Dapat Pinjaman Rp 2,38 Triliun, World Bank Tak Akan Lagi Kucurkan Pinjaman Baru Bagi Sri Lanka

Jul 29, 2022 12:25
Masyarakat Sri Lanka (rediff.com)
Masyarakat Sri Lanka (rediff.com)

JATIMTIMES - Sri Lanka mendapatkan bantuan keuangan dari Bank Dunia (World Bank) senilai, US$ 160 atau setara Rp 2,38 Triliun. Bantuan ini lantaran World Bank prihatin dengan kondisi ekonomi Sri Lanka yang begitu terpuruk krisis berkepanjangan. 

"Bank Dunia sangat prihatin dengan situasi ekonomi yang mengerikan dan dampaknya terhadap rakyat Sri Lanka," kata Bank Dunia dalam keterangan resminya, Jumat (29/7/2022), dikutip dari Detik.

Bantuan keuangan yang diberikan kepada Sri Lanka itu, untuk meringankan krisis di Sri Lanka. Negara tersebut mengalami kekurangan yang sangat ekstrem pada berbagai komoditas penting, seperti, obat-obatan, gas memasak, pupuk, makanan dan bantuan untuk warga miskin. 

Bukan hanya itu saja, proyek lain untuk membantu Sri Lanka,  saat ini juga terus berjalan. Seperti halnya, pengiriman obat-obatan, perlengkapan medis, makanan sekolah dan keringanan biaya kuliah. 

Bank Dunia menyebut pihaknya bersama lembaga pelaksana terus kerja sama untuk kontrol pengawasan fidusia guna memastikan dana tersebut tepat sasaran, serta menjangkau yang miskin dan rentan.

Untuk itu, Bank Dunia saat ini terus melakukan pemantauan terhadap bantuan tersebut. Hal ini untuk memaksimalkan dampak positif dukungan yang diberikan bank dunia benar-benar dirasakan warga Sri Lanka.

Meskipun memberikan bantuan terhadap Sri Lanka, World Bank menegaskan  jika tidak lagi akan memberikan pinjaman baru bagi Sri Lanka. Kebijakan ini dilakukan sampai negara tersebut menyusun kerangka kebijakan ekonomi makro yang memadai dalam pembangunan ekonomi.

Dalam stabilitas ekonomi, Sri Lanka dinilai World Bank, perlu mendorong dalam reformasi struktural yang mendalam. Problem utama atau akar masalah yang menyebabkan krisis parah, didorong untuk segera diatasi. Sehingga, hal tersebut dapat memastikan pemulihan ekonomi kedepannya.

"Dan juga mengatasi akar penyebab struktural yang menciptakan krisis ini untuk memastikan pemulihan dan pembangunan Sri Lanka di masa depan yang tangguh dan inklusif," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru