Jelang BIAN 2022, 39.971 Anak di Kota Malang Bakal Diimunisasi Secara Gratis

Jul 28, 2022 19:40
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan arahan dalam pencanangan dan sosialisasi advokasi program imunisasi di Hotel Santika Premiere Malang, Kamis (28/7/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan arahan dalam pencanangan dan sosialisasi advokasi program imunisasi di Hotel Santika Premiere Malang, Kamis (28/7/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES- Jelang pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 yang berlangsung di Pulau Jawa dan Bali pada Bulan Agustus 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyiapkan 39.971 anak untuk diimunisasi secara gratis. 

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, bahwa pelaksanaan imunisasi di momentum pencanangan BIAN 2022 akan digelar mulai tanggal satu hingga 16 Agustus 2022. Pihaknya menyebut, untuk 39.971 anak yang akan diimunisasi merupakan jumlah dari penundaan pencanangan BIAN 2020 dan 2021 ketika pandemi Covid-19. 

"Tidak usah takut, ini aman dan memang gratis tidak ada nanti dikenakan biaya. Selanjutnya berkualitas, jangan sampai ada anggapan yang keliru," tegas Sutiaji kepada orang tua bersama anaknya ketika dalam Pencanangan BIAN dan Sosialisasi Advokasi Program Imunisasi, Kamis (28/7/2022). 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini menuturkan, bahwa untuk pencanangan BIAN Tahun 2022 kali ini, pihaknya meminta komitmen kepada seluruh kader kesehatan serta camat dan lurah. 

Foto bersama.

Pihaknya meminta kepada seluruh jajaran di bawahnya serta kader kesehatan untuk melakukan pemetaan wilayah. Hal itu untuk mengetahui skala prioritas pelaksanaan BIAN Tahun 2022 di masing-masing wilayah. 

"Bisa jadi orang-orang beranggapan kalau tidak diimunisasi tidak apa-apa, yang kita khawatirkan nantinya di kemudian hari kalau tidak imunisasi," tutur Sutiaji. 

Lebih lanjut, tidak hanya imunisasi Pemkot Malang juga akan melakukan vaksinasi untuk penyakit campak-rubela serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. 

Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan harmonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib). Terlebih lagi, banyak penyakit yang kerap kali menyerang anak. Di antaranya Polio, Difteri, Pertusis, Hepatitis B, Pneumonia hingga Miningitis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menambahkan bahwa diadakannya pertemuan ini merupakan upaya percepatan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi melalui program imunisasi rutin untuk mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi. 

Selain itu, kekebalan populasi yang tinggi dan merata merupakan upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi  (PD3I) di Indonesia pada umumnya dan di Kota Malang pada khususnya.  

"Melalui imunisasi ini diharapkan selain untuk menghentikan transmisi virus campak dan rubella setempat; juga bertujuan untuk mempertahankan indonesia bebas polio dan mewujudkan eardikasi polio global tahun 2026 serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis di Kota Malang," pungkas Husnul. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru