Ilmu Administrasi Bisnis Punya Partisipasi 67 Persen dalam Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Jul 27, 2022 12:48
Guru besar bidang organisasi dan sumber daya manusia UB Prof Dr Kusdi Rahardjo DEA (kiri) dan Dekan FIA UB Dr Andy Fefta. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Guru besar bidang organisasi dan sumber daya manusia UB Prof Dr Kusdi Rahardjo DEA (kiri) dan Dekan FIA UB Dr Andy Fefta. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Berbagai sektor dunia usaha tak bisa dijalankan dengan serta merta. Terdapat keilmuan yang berperan serta, khususnya ilmu administrasi bisnis dalam pengelolaan sebuah usaha untuk menjadi maju.

Guru besar bidang organisasi dan sumber daya manusia Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Kusdi Rahardjo DEA menjelaskan, dalam sebuah usaha, ilmu administrasi bisnis sangatlah penting. Global Entrepreneurship Monitor yang berpusat di Inggris juga mengkaji bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pelaku usaha dengan keberhasilan pembangunan ekonomi.

"Banyaknya pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh partispasi ilmu administrasi bisnis dalam menyiapkan pelaku usaha," jelasnya dalam Kongres dan Semnar Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI), 26-27/7/2022.

Kajian yang dilakukan Global Entrepreneurship Monitor dilakukan di 61 negara, termasuk  Indonesia. Tetapi, hasil kajian di Indonesia, menurut Kusdi, nilainya cukup kecil  secara global.

"Persentase nilainya hanya 0,37 persen tahun 2000-an. Tapi pada saat yang sama, Singapura 7 persen. Sehingga kenapa Singapura ekonominya lebih maju," jelasnya.

1

Namun, seberapa besar kontribusi administrasi bisnis dalam perkembangan perekonomian maupun pembangunan di Indonesia, dijelaskan Kusdi, masih belum terdapat kajian yang dilakukan secara spesifik. Tetapi, melihat kajian dari Global Entrepreneurship Monitor yang menyatakan hubungan pelaku usaha dengan keberhasilan pembangunan ekonomi sangat kuat, menurut Kusdi, peran serta ilmu administrasi bisnis mencapai 67 persen dalam keberhasilan pembangunan ekonomi.

"Lumayan kuat. Jadi, di sana peranya. Tapi kami sendiri belum spesifik melakukan kajian," jelas pria yang juga ketua AIABI ini.

Lebih lanjut, kecilnya nilai survei Indonesia terpengaruh partisipasi dan atau kelola pelaku usaha yang rendah. Hal ini selaras dengan kondisi saat ini, yakni masyarakat kebanyakan sekolah hanya untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil.

"Mindset-nya ke sana. Nah kami di administrasi bisnis, sejak mahasiswa masuk sudah dijelaskan, kalau kamu sekolah di sini, kamu sekolah untuk menjadi pebisnis, bukan sekolah untuk jadi pegawai negeri," terangnya.

Selama ini, fenomena mahasiswa yang masuk jurusan Iimu administrasi bisnis justru banyak berasal dari kota-kota besar atau berkembang. Mereka lebih menyadari atau aware akan pentingnya tata kelola dalam dunia usaha.

"Banyak yang dari Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Mereka sejak semester masuk sudah mulai menyiapkan atau merintis usaha," papar Kusdi. 

Sementara itu, dalam Kongres dan Semnas Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI), juga dikaji dan dibahas hal-hal penting dalam perkembangan ilmu admistrasi bisnis serta peran dalam perkembangan dan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Hal ini menjadi penting karena pemahaman literasi bidang teknologi beberapa pelaku bisnis ternyata masih rendah. Hal ini tentu juga menjadi faktor yang sedikit menghambat dalam perkembangan ekonomi.

"Menjadi pelaku usaha tak hanya dari bangku sekolah. alah satunya nanti melalui MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). MBKM ini juga dibahas dalam kongres dan semnas," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru