Bapenda UPT Singosari Optimis Target Pajak Tahun 2022 Terpenuhi

Jul 24, 2022 20:19
Rakor UPT Singosari untuk optimalisasi perolehan pajak tahun 2022.(Foto: Istimewa).
Rakor UPT Singosari untuk optimalisasi perolehan pajak tahun 2022.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Singosari optimis bisa mencapai perolehan target pajak. Terutama pada tiga jenis pajak. Yakni pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) non PLN. 

Untuk wilayah UPT Singosari yang meliputi 4 kecamatan yakni Kecamatan Lawang, Singosari, Karangploso dan Dau, target PBB ada di angka Rp 16.352.290.878. Sedangkan untuk PPJ non PLN, pada tahun 2022 ini ditargetkan mencapai Rp 198.524.828.

"Untuk wilayah UPT Singosari (target) kami
PBB Rp 16.352.290.878. Kalau untuk BPHTB target kami terpusat di Badan Pendapatan Daerah," ujar Plt Kepala UPT Singosari Bapenda Kabupaten Malang, Invan Indrayanto.

Selain ketiga jenis pajak tersebut, pihaknya juga terus melakukan upaya untuk bisa mendongkrak capaian jenis pajak lain. Beberapa di antaranya adalah jenis Pajak Hotel dan Pajak Restoran. 

Bukan tanpa alasan, menurut Invan potensi dua jenis pajak tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup bagus. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya gerai restoran dan kos-kosan yang keberadaannya terus bertambah. 

"Kami sudah berusaha melakukan penekanan di beberapa sektor pajak. Jadi sektor pajak yang kita tekankan itu restoran dan kos-kosan. Kos-kosan itu masuk pajak hotel," terang Invan.

Dari pantauannya, pertumbuhan tersebut terutama ada di wilayah Karangploso dan Dau. Hal itu juga mengingat bahwa di wilayah tersebut saat ini juga sedang digencarkan untuk pengembangan ke arah sektor wisata. 

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara saat memberi arahan dalam sosialisasi pajak di wilayah UPT Singosari.(Foto: Istimewa).

Salah satu titik yang tengah jadi fokusnya adalah di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau. Sebab dari pantauannya, di kawasan tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup bagus, untuk potensi pajak. Hal itu dilihat dari banyaknya kafe-kafe yang mulai banyak bermunculan. Apalagi, di sekitar kawasan tersebut juga banyak terdapat kampus. 

"Perhatian kami fokuskan di Mulyoagung Dau. Karena potensi pengembangan di sana besar. Dekat dengan kampus, pengembangan pajak restorannya di sana cepat. Upaya, pertama pendekatan ke wajib pajak, memberikan informasi secara garis besar. Secara itu tindak lanjut pendataan, setelah itu bisa melalukan pembayaran sendiri," jelas Invan.

Berdasarkan catatannya, dari target perolehan pajak non PBB UPT Singosari yang sebesar Rp 28,240,680,199, saat ini sudah tercapai sekitar 31 persen. Untuk pajak hotel, UPT Singosari ditarget sebesar Rp 6,975,619,161. Sedangkan pajak restoran, ditarget sebesar Rp 9,767,533,817.

Sementara itu, di wilayah UPT Singosari, target pajak hotel dan restoran memang menjadi yang tertinggi ketimbang target pada jenis pajak lain. Target dua jenis pajak tersebut juga menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan target di 6 UPT lain. 

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara menjelaskan, UPT juga memiliki tugas yang sama sebagai petugas pajak. Sebab, keberadaan UPT di wilayahnya masing-masing merupakan kepanjangtanganan dari Bapenda Kabupaten Malang. Untuk itu dirinya berharap agar setiap staf di UPT tersebut bisa concern untuk memonitor perkembangan potensi pajak yang ada. 

"Jadi kami memanfaarkan masing-masing staf menambah potensi masing-masing pajak, agar terus ke lapangan. Mungkin satu staf menangani 3 kecamatan atau desa. Harus sering dan intensif. Sebab kami juga target masing-masing UPT ada kenaikan potensi (pajak)," ujar Made.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru