Pemkab Malang Akan Pondokkan Ratusan Anak yang Rentan Alami Kekerasan

Jul 24, 2022 20:08
Bupati Malang, HM. Sanusi. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Bupati Malang, HM. Sanusi. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menggulirkan bantuan kepada ratusan anak yang dinilai rentan mengalami peristiwa kekerasan. Menurut Bupati Malang, HM. Sanusi hal tersebut sebagai tindak lanjut atas tingginya tingkat kekerasan pada anak yang terjadi di Kabupaten Malang.

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan ke dalam bentuk semacam mahasiswa. Tepatnya, anak-anak yang dinilai berhak mendapat bantuan tersebut akan dibiayai Pemkab Malang untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes).

"Iya ada seratus, makanya saya sudah minta kepada Camat, Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan kepala desa untuk mendata itu. Jadi anak yang rentan akan saya pondokkan bagi yang muslim dibiayai Pemkab Malang. Dan yang non muslim nanti akan sesuai dengan kesepakatan keluarganya," ujar Sanusi, Minggu (24/7/2022). 

Rencana tersebut akan dilakukan pada tahun ini. Sanusi menyebut, hal tersebut akan dianggarkan pada mekanisme perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Sementara ini, pihaknya akan menganggarkan kebutuhan untuk sekitar 200 anak. 

"Nanti mungkin akan ada 100 hingga 200 kita anggarkan biaya di pemondokan dan asramanya, melalui Dinas Sosial," imbuh Sanusi. 

Dirinya juga telah meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memasukkan draft rencana tersebut dalam PAK. Untuk itu dalam hal ini, ada sejumlah Panti Asuhan dan Ponpes yang akan dilirik Pemkab Malang dalam rencana tersebut. 

"Yang sudah siap berkerja sama dengan Kabupaten Malang yaitu Pondok Al Munawariyah, Pondok Tahfidzul Quran. Sehingga nanti saya berharap anak-anak yang rentan mengalami kejahatan sosial kedepannya bisa menjadi penghafal Quran. Sehingga hidupnya nanti bisa lebih manfaat untuk umat," jelas Sanusi. 

Dari laporan yang ia terima, saat ini sudah ada sebanyak 100 anak yang terhimpun untuk mendapatkan bantuan dalam rencana tersebut. Ia memperkirakan akan ada hingga 200 anak di rentang usia 6 sampai 12 tahun yang bakal mendapat bantuan tersebut. 

"Ya anak usia sekolah sampai SD itu kan usia enam sampai dua belas tahun. Kalau total anggaran yang masih direncanakan nanti," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru