Dampak Positif Negatif Kenaikan PPN 11%

Jul 22, 2022 17:11

JATIMTIMES - Pada 1 April 2022 di saat pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus merasakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai yang semula 10% naik menjadi 11%. Hal ini ditegaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). 

Pemerintah mengambil tindakan ini untuk meningkatkan pembayaran pajak dan untuk meningkatkan pendapatan negara di era pandemi covid seperti saat ini. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ini negara berfokus pada pemulihan ekonomi dan pondasi pajak harus mulai dibangun.

Untuk itu dengan adanya penerimaan ini akan kembali ke rakyat dengan melalui bantuan sosial, dengan begitu masyarakat yang tidak membayar pajak pun juga ikut mendapatkan bantuan.

Lalu dampak apa saja yang akan terjadi jika PPN naik?

Dampak yang terjadi pada masyarakat dalam kenaikan PPN ini diperkirakan akan mendorong inflasi pada bulan April 2022 di atas 1,4 persen.

Tidak hanya itu kenaikan PPN juga akan mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak dan gas elpiji tak hanya itu kenaikan PPN juga ber imbas pada industri. Seperti pada sektor jasa transportasi dampak naiknya PPN akan menekan tingkat permintaan untuk transportasi udara.

Namun dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan tidak semua barang dan jasa dikenakan PPN.

Berikut merupakan barang dan jasa yang tidak dikenakan PPN :

  1. Barang yang merupakan objek Pajak Daerah.
  2. Jasa yang merupakan objek Pajak Daerah.
  3. Uang dan emas batangan untuk kepentingan cadangan devisa negara.
  4. Surat berharga.
  5. Jasa keagamaan dan jasa yang disediakan oleh pemerintah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru