Gencarkan GASS, Wawali Sofyan Edi Langsung Gunakan Eskavator Keruk Sedimen Sungai di Sukun

Jul 13, 2022 18:54
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat gunakan eskavator untuk mengeruk sedimen Sungai Mantren di kawasan Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (13/7/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat gunakan eskavator untuk mengeruk sedimen Sungai Mantren di kawasan Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (13/7/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggencarkan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di saluran-saluran air Kota Malang. Salah satunya saluran air atau biasa disebut Sungai Mantren di kawasan RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Adanya GASS ini merupakan upaya-upaya jangka pendek dari Pemkot Malang untuk mencegah terjadinya banjir. Sebagai bentuk komitmen dalam mencegah terjadinya banjir melalui GASS, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko secara simbolis turun langsung mengoperasikan eskavator untuk melakukan pengerukan sampah dan sedimen di Sungai Mantren RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini menuturkan, program GASS merupakan upaya jangka yang efektif dalam mencegah terjadinya banjir. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk merawat saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta secara rutin gotong royong membersihkan saluran air. 

Dalam GASS kali ini pihaknya menginstruksikan petugas dari DPUPRPKP Kota Malang melakukan pengerukan sampah dan sedimen di Sungai Mantren RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang untuk memperdalam serta mempelebar saluran air. 

"Untuk kedalamannya sekitar 50 sentimeter ke arah timur dan kita juga melakukan pelebaran saluran air," ungkap Bung Edi kepada JatimTIMES.com, Rabu (13/7/2022). 

Pejabat Pemkot Malang yang terkenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini menyampaikan, adanya Program GASS di RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun ini merupakan hasil usulan dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan yang akhirnya dilaksanakan oleh DPUPRPKP Kota Malang. 

"Alhamdulillah ada kesempatan dan dilaksanakan normalisasi saluran air di RW 13 Kelurahan Bandungrejosari ini dengan cara dilebarkan dan angkat sedimen, ini sudah lokasi ketujuh," ujar Bung Edi. 

Sebelumnya untuk normalisasi saluran air telah dilakukan di kawasan Jalan Dieng, kawasan Jalan Kemirahan, kawasan Jalan Lodan, kawasan Jalan Candi Bajang Ratu, kawasan Jalan Letjen S. Parman, kawasan Jalan Bukirsari, dan di Sungai Mantren RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. 

Sementara itu, untuk upaya jangka panjang penanganan banjir, Pemkot Malang telah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dalam melakukan penyusunan masterplan drainase. 

Di mana untuk penyusunan masterplan drainase dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Setelah masterplan drainase atau rancangan induk untuk penanganan banjir sudah rampung, pada tahun 2023 akan segera dilakukan proses eksekusi. Hal ini juga untuk mencapai target tahun 2028 Kota Malang nol genangan banjir. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru