Terdakwa Pelecehan Seksual SPI, Julianto Eka Putra Ditahan 30 Hari di Lapas Kelas I Malang

Jul 11, 2022 18:35
Terdakwa kasus pelecehan seksual Julianto Eka Putra (JEP) yang merupakan bos dari sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) keluar dari mobil dan dibawa masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Senin (11/7/2022). (Foto: Istimewa)
Terdakwa kasus pelecehan seksual Julianto Eka Putra (JEP) yang merupakan bos dari sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) keluar dari mobil dan dibawa masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Senin (11/7/2022). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Terdakwa kasus pelecehan seksual yang juga merupakan bos atau pemilik  sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Julianto Eka Putra (JEP) ditahan selama 30 hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu Agus Rujito menyampaikan, penahanan selama 30 hari di Lapas Kelas I Malang ini merupakan hasil ketetapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang Kelas IA. 

"Hari ini kita menerima penetapan dari majelis hakim yang mengadili perkara tersebut yang isinya menetapkan penahanan selama 30 hari, jadi kita hanya melaksanakan ketetapan majelis hakim," ungkap Agus Rujito kepada JatimTIMES.com, Senin (11/7/2022). 

Agus menuturkan, penahanan selama 30 hari di Lapas Kelas I Malang tersebut berdasarkan Ketetapan Majelis Hakim Nomor 60 tertanggal 11 Juli 2022.

"Hari ini (11/7/2022) sekitar jam setengah satu (siang) majelis hakim sudah mengeluarkan penetapan penahanan," ujar Agus. 

Dengan dikeluarkannya surat penahanan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Batu langsung berangkat ke Kota Surabaya untuk melakukan pengamanan terhadap JEP yang merupakan terdakwa kasus pelecehan seksual di kediaman mewahnya di kawasan Citra Land Surabaya.

"(Terdakwa JEP) dijemput jam setengah tiga (sore) di rumahnya di Surabaya. Kita meminta bantuan pengamanan pihak kepolisian dari Polda Jatim dan Polresta Malang dari rekan-rekan Kejaksaan Tinggi (Kejati) juga ada, alhamdulillah lancar," terang Agus. 

Sekitar pukul 16.45 WIB, terdakwa JEP hadir di Lapas Kelas I Malang untuk menjalani penahanan selama 30 hari dengan menumpangi mobil Toyota Innova dengan nomor polisi AD-8869-MU. JEP yang keluar dari mobil tersebut tampak tidak diborgol. 

Disinggung perihal terdakwa JEP yang tidak diborgol, Agus mengatakan bahwa terdakwa JEP selama proses penjemputan hingga penahanan di Lapas Kelas I Malang berperilaku kooperatif kepada petugas. 

"Tidak (diborgol) karena dalam rangka pelaksanaan penahanan tersangka kooperatif," terang Agus. 

Sementara itu, selama kasus ini berlangsung setidaknya JEP telah menjalani 20 kali sidang dengan berbagai macam agenda. Nantinya pada 20 Juli 2022 mendatang, terdakwa JEP akan menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Malang Kelas IA. 

Sebagai informasi, sebelumnya pada Rabu (6/7/2022) tepat di agenda sidang terkait kasus pelecehan seksual yang menyeret terdakwa JEP, Deddy Cobuzier menayangkan wawancaranya bersama korban dari terdakwa JEP di acara podcast-nya. 

Video berdurasi 55 menit 31 detik tersebut menghadirkan dua korban yang mengaku dulunya sebagai korban pelecehan seksual terdakwa JEP. Keduanya mengaku pernah dilecehkan secara fisik maupun verbal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru