Demokrat Nyatakan AHY Tak Mesti Jadi Capres atau Cawapres untuk Koalisi, Begini Sambutan KIB

Jul 11, 2022 11:19
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Instagram agusyudhoyono)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Instagram agusyudhoyono)

JATIMTIMES - Partai Demokrat (PD) akhirnya angkat suara soal kabar pihaknya mensyaratkan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus diusung sebagai capres ataupun cawapres di Pilpres 2024 kepada parpol yang akan berkoalisi. 
Hal ini lantas mendapat respons dari parpol-parpol di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN, dan PPP. Lalu apa yang disampaikan Demokrat soal beredar kabar bahwa pihaknya mensyaratkan AHY harus nyapres di koalisi?

"Belakangan beredar berita kalau Demokrat disebut-sebut mematok AHY sebagai capres/cawapres sebagai syarat berkoalisi. Demokrat menegaskan pernyataan itu sama sekali tidak benar," kata Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan tertulis, Minggu (10/7/2022).

Herzaky mengatakan pertemuan yang digelar AHY dengan ketum parpol lain sejauh ini lebih membahas untuk mengedepankan pembahasan visi dan misi, platform koalisi, dan mencari chemistry. Pembicaraan yang mengapung di antara AHY dan ketum parpol yakni soal perbaikan nasib rakyat.

"Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, ketika bertemu dengan Ketua Umum Parpol-parpol lain, selalu mengedepankan pembahasan visi, misi, dan platform koalisi. Mencari kesamaan chemistry dan pandangan, untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan nasib rakyat," ucap Herzaky.

"Membahas isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini, dan apa solusi yang bisa ditawarkan oleh partai politik dengan melakukan sinergi dan kolaborasi," lanjut Herzaky.

Lebih lanjut, Koordinator Juru Bicara PD itu menegaskan belum ada pembahasan terkait pencalonan capres dan cawapres saat AHY berkomunikasi dengan parpol lain. Herzaky mengatakan parpolnya akan mendalami pembahasan soal usungan capres dan cawapres saat nantinya koalisi sudah terbentuk. 

Menurutnya, saat ini pihaknya akan berfokus pada pembentukan koalisi dahulu.

"Demokrat akan mendalami dan pelajari betul nantinya ketika pilihan capres dan cawapres ini sudah waktunya dibahas di koalisi. Ini yang menjadi salah satu prinsip dasar Ketum Partai Demokrat, AHY, dalam proses pembentukan koalisi. Koalisi dulu, baru bahas kriteria, dan setelahnya nama-nama bakal capres dan cawapres yang memenuhi kriteria," kata Herzaky.

Herzaky juga menyebut pihaknya sangat menghargai kemandirian dan mekanisme setiap parpol dalam menentukan capres dan cawapres yang akan diusung. Kemudian, usulan figur yang bakal dicalonkan itu nantinya akan dibahas kembali di koalisi untuk mencapai kesepakatan.

Respons PPP soal jawaban Demokrat

PPP langsung memberi respons klarifikasi Demokrat tersebut. PPP mengatakan pihaknya menyambut baik jika PD akan bergabung ke KIB.

"Soal Demokrat tepis isu bahwa AHY harus capres atau cawapres untuk berkoalisi, PPP tidak akan mengomentarinya," kata Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani. 

Ia juga menegaskan bahwa setiap yang ingin gabung KIB akan disambut dengan baik. Menurutnya KIB sendiri hingga kini juga belum terburu-buru membicarakan soal figur yang akan diusung di koalisi.

Dengan demikian, KIB masih membuka kesempatan kepada parpol lainnya termasuk Demokrat untuk terlibat dalam pembicaraan soal usungan capres di koalisi. 

"Ini justru memberikan kesempatan kepada parpol-parpol lainnya termasuk PD untuk bisa terlibat nantinya dalam penentuan paslon setelah soal platform dimaksud bisa diselesaikan," kata Wakil Ketua MPR tersebut. 

Sementara, PAN mengatakan AHY berpeluang sama dengan ketum lainnya jika nantinya bergabung ke KIB.

"Pemikiran KIB tentang penentuan pasangan calon di Pilpres 2024 sama dengan PD, bahwa itu (usungan capres) nanti akan ditetapkan kemudian. Karena seluruh ketua umum partai politik di KIB memiliki peluang yang sama untuk maju di pilpres. Jika PD bergabung di KIB, Mas AHY pun memiliki peluang yang sama dengan Ketua Umum di KIB untuk dicalonkan," kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi.

Viva mengklaim pembicaraan soal usungan capres dan cawapres di KIB akan berlangsung serba transparan, objektif, rasional, dan terukur. Dia lantas menuturkan hal itu diukur berdasarkan sejumlah faktor, dari popularitas hingga elektabilitas figur.

"Semua serba transparan, objektif, rasional, dan terukur dalam penentuan paslon. Apakah diukur dari popularitas, likeabilitas, elektabilitas, dan faktor-faktor penunjang lainnya," kata Viva.

Di sisi lain, Viva menyebut pembentukan KIB disatukan oleh persamaan visi dan platform koalisi. Menurut Viva, penentuan figur yang akan diusung KIB akan diputuskan secara musyawarah mufakat.

Viva juga mengatakan bakal mengutamakan usungan capres yang berasal dari figur di internal KIB. Meski demikian, dia tak menutup kemungkinan akan ada figur eksternal yang bakal dimajukan untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

"Yang utama dari internal. Tapi juga tidak menutup peluang dari figur eksternal KIB. Pokoknya yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa," kata Viva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru