Sudah 19 Kali Persidangan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pemilik SPI Kota Batu, Korban Kecewa Bukti Baru Ditolak

Jul 09, 2022 19:33
Potongan Youtube Deddy Corbuzier soal siswa korban kekerasan seksual di Kota Batu.
Potongan Youtube Deddy Corbuzier soal siswa korban kekerasan seksual di Kota Batu.

JATIMTIMES  - Sidang perkara dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu sudah berlangsung kurang lebih 19 kali di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang). Meski begitu, hingga kini, tersangka Julian Eka Putra (JEP) pemilik SPI Kota Batu, masih belum masuk bui alias ditahan.

Kasus ini sudah masuk persidangan sejak pertengah Februari 2022 silam.  Meski sudah 19 kali persidangan, rasa kecewa, gelisah, dan bingung  tetap menghantui para korban Julian Eka Putra. Bagaimana tidak. Saat beberapa kali datang menjadi saksi pada persidangan, ada perbedaan yang dirasakan.

Rasa  kecewa itu muncul saat  korban akan memberikan bukti-bukti baru kepada hakim. Ketika akan menyerahkan bukti baru, hakim langsung tidak memperbolehkan.

“Saya bingung sampai dengan hari ini. Kenapa saat kita ingin memberikan bukti baru, nggak boleh,” ungkap salah satu korban saat mengisi konten Podcast di Youtube Deddy Corbuzier.

Sedangkan perlakuan berbeda terjadi saat pengacara Julian Eka Putra memiliki bukti-bukti baru. Bukti baru itu langsung diterima oleh hakim. “Sedangkan kalau JE diperbolehkan,” tambah korban.

Hal terssebut dan tidak adanya tindakan penahanan terhadap Julian Eka Putra  membuat korban hingga saat ini sangat kecewa. Bahkan, korban mengaku kadang mendapatkan ancaman.

“Kami mendapatkan ancaman. Nggak ada nama ini, tanya kalian di mana, kita jemput, kita patahin kaki kalian, nggak usah macam-macam,” ungkap korban kepada Deddy Corbuzier.

Dalam video berdurasi 55 menit 31 detik itu, korban mengaku Julian Eka Putra memberikan motivasi dulu melakukan pelecehan seksual. Korban dipanggil ke  kantor Julian Eka Putra untuk diberi motivasi.

Setelah memberikan motivasi, Julian mulai melakukan pelecehan seksual. Mulai memeluk, mencium pipi, kening, hingga mencium bibir.

Korban juga memgaku diremas-remas payudaranya saat  berada di sebuah warung dekat SPI. Julian mulai melakukan pelecehan seksual lagi pada malam hari di sebuah ruang khusus tenpat Julian beristirahat.

Korban bahkan mengaku mendapatkan perlakuanbtak senonoh tersebut sebanyak 15 kali. Bahkan pernah dilakukan pelecehan seksual pada bagian belakang. Jika korban menolak, langsung mendapatkan makian hingga dipukul dan mencari-cari kesalahan korban sampai diludahi. 

“Banyak juga kekerasan fisik yang saya alami sejak SMA,” ucap korban. Kejadian tersebut pun juga dilihat langsung oleh korban lainnya. Korban lain disebut pernah dipaksa melalukan oral seks.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru