Jadi Korban Penyiraman Air Panas Simpatisan MSAT, Kasat Reskrim Polres Jombang Jalani Perawatan

Jul 09, 2022 18:20
Kasat Reskrim Polres Jombang saat do rawat di RS Bhayangkara Kediri. (eko arif s/Jatimtimes)
Kasat Reskrim Polres Jombang saat do rawat di RS Bhayangkara Kediri. (eko arif s/Jatimtimes)

JATIMTIMES - Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjalani  perawatan di RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/7/2022). Hal itu lantaran dirinya menjadi korban aksi penyiraman air panas, yang dilakukan oleh simpatisan Moch Subchi Azal Tzani (MSAT), tersangka pencabulan seorang santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang.

Aksi penyiraman air panas terhadap Kasat Reskrim Polres Jombang tersebut terjadi pada saat kepolisian hendak melakukan penangkapan terhadap MSAT di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, pada Kamis (7/7/22).

Dokter IGD Bhayangkara Kediri, dr Andhika Djajadi mengatakan, AKP Giadi masih merasakan nyeri di kakinya akibat siraman air panas oleh simpatisan  MSAT).

AKP Giadi mengalami luka bakar di kedua bagian punggung kaki.

“Kondisi pasien saat masuk merasakan nyeri di kedua kaki, di punggung kaki kanan dan kiri dengan luka bakar grade 2, tapi lebih banyak di sebelah kiri, lebih nyeri di sebelah kiri,” kata Dokter IGD Bhayangkara Kediri, dr Andhika Djajadi.

Saat ini, penanganan awal fokus pada pencegahan infeksi pada luka bakar di kakinya. dr Andhika Djajadi menyebut luka bakar yang diderita AKP Giadi rawan terjadi infeksi karena kulit yang mengelupas.

“Kita membersihkan lukanya, lalu ditutup lagi agar tidak terjadi infeksi,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini dokter merekomendasikan untuk AKP Giadi menjalani rawat jalan sambil pihaknya berkonsultasi dengan dokter bedah. 

“Luka seperti ini riskan infeksi, luka bakar ini riskan infeksi karena permukaan kulitnya mengelupas, bisa terkena kotoran-kotoran jadi bisa saja infeksi,” tutup dr Andhika.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi disiram oleh simpatisan MSAT alias Mas Bechi saat penangkapan tersangka kasus dugaan pencabulan tersebut.

Saat ini, pelaku bersama 4 pelaku lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka karena menghalangi polisi dalam proses pencarian Mas Bechi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru