Polisi Angkut Puluhan Simpatisan MSAT dengan 3 Truk Usai Lakukan Perlawanan

Jul 07, 2022 11:30
Simpatisan MSAT diamankan. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)
Simpatisan MSAT diamankan. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Ribuan aparat kepolisian mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang tempat DPO pencabulan MSAT bersembunyi. Operasi penangkapan tersangka pencabulan itu mendapatkan perlawanan dari massa pondok. Alhasil, puluhan orang terpaksa diamankan karena melawan petugas.

Aparat gabungan dari Polda Jatim, Polres Jombang dan Satbrimob mulai mengepung Ponpes Shiddiqiyyah sekitar pukul 07.00 WIB. Pihak kepolisian menutup akses keluar masuk jalan pondok mulai dari Jembatan Ploso hingga Traffick Light Bawangan.

Di depan pintu pesantren, anggota berpakaian lengkap dengan tameng besi dan senjata gas air mata disiagakan. Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa keluar masuk pondok.

Sedangkan, ratusan anggota buru sergab dari Satbrimob memaksa masuk ke dalam pondok. Pantauan wartawan di lokasi, operasi aparat kepolisian mendapat perlawanan dari pihak pesantren.

Adanya perlawanan itu, polisi terpaksa melakukan penindakan tegas. Puluhan orang berhasil diringkus dan diangkut dengan 3 truk menuju Polres Jombang.

"Kami tadi sudah memilah milah mana santri mana bukan santri. Kami sudah angkut 3 truk, tapi belum kita data jumlahnya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Drimanto, Kamis (07/07/2022).

Atas perlawanan massa MSAT, seorang anggota polisi terluka di bagian tangan kanannya. Anggota yang terluka lantas ditarik ke luar dan dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulans Bhayangkara.

Sementara ini, pihak kepolisian masih menggeledah kamar-kamar di dalam pondok. "Kita masih berproses di dalam. Kami masih menggeledah seluruh ruangan untuk mencari yang bersangkutan," pungkas Dirmanto.

Untuk diketahui, MSA dijadikan tersangka oleh Polres Jombang atas kasus dugaan pemerkosaan dan perbuatan cabul kepada santriwati. Putra Kiai di Jombang itu, dijadikan tersangka oleh polisi pada 19 Oktober 2019 lalu. Namun, hingga kini kasus tersebut belum masuk ke meja hijau.(*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru