Renovasi Pasar Lawang Berlanjut, Bupati Malang Buka 4 Opsi Pendanaan

Jul 06, 2022 17:25
Bupati Malang HM. Sanusi saat meninjau salah satu kios di Pasar Lawang yang terdampak kebakaran tahun 2019. (Foto: Istimewa).
Bupati Malang HM. Sanusi saat meninjau salah satu kios di Pasar Lawang yang terdampak kebakaran tahun 2019. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pasar Lawang akan segera direnovasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan melanjutkan rencana perbaikan pasar yang mengalami kebakaran pada tahun 2019 lalu.

Bupati Malang, HM Sanusi mengungkapkan awalnya perbaikan Pasar Lawang akan dilakukan pada tahun 2020 lalu. Namun rencana itu tertunda karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. 

Sanusi mengatakan, pihaknya akan kembali mengkoordinasikan pembangunan tersebut kepada pihak-pihak yang terkait. Mulai dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). 

Selain itu, Sanusi juga tengah merumuskan opsi-opsi pendanaan untuk renovasi Pasar Lawang. Salah satu kemungkinan yang bisa diambil adalah memanfaatkan sistem gotong royong seperti yang dilakukan pada perbaikan di Pasar Bululawang beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini menyebutkan setidaknya ada empat opsi pendanaan. Mulai dari pemanfaatan APBD, dana dari provinsi, bantuan pemerintah pusat, maupun melibatkan unsur swasta.

"Bisa CSR (Corporate Social Responsibility) bisa APBD, bisa provinsi. Kita coba mix, Bappeda sama Cipta Karya kita minta untuk membuat perencanaan untuk rehab. Selebihnya nanti untuk yang parah akan kita coba bangun total. Yang enggak ya gak usah," ujar Sanusi usai meninjau kondisi Pasar Lawang, Rabu (6/7/2022). 

Menurutnya, renovasi Pasar Lawang cukup mendesak. Sebab, pasar tersebut dinilai menjadi cermin Kabupaten Malang. Apalagi posisinya berada di pintu masuk Kabupaten Malang dari arah Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Seperti diketahui, setelah mengalami kebakaran, pedagang Pasar Lawang yang kiosnya rusak akibat telah direlokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh JatimTIMES, akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 2019 tersebut, setidaknya ada sebanyak 456 pedagang yang terdampak. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 308 pedagang yang kiosnya dinilai terdampak cukup parah. 

Dan dari 308 pedagang tersebut, ternyata hanya ada sebanyak 97 pedagang yang bisa menempati lapak di tempat penampungan untuk berjualan. Sedangkan sisanya sebanyak 211, sementara terpaksa tidak bisa berjualan dan beraktivitas di rumah. 

Sanusi menyebut, perbaikan akan diprioritaskan untuk 308 pedagang yang kiosnya dinilai terdampak parah. Itu pun, masih harus dilakukan kajian lagi, apakah harus dibongkar total atau hanya dilakukan perbaikan sebagian. 

"Tapi yang masih layak akan kita gunakan lagi. Supaya tidak mengubah tatanan. Soalnya mengubah seperti ini nggak mudah. Makanya kalau memang nanti pedagangnya, dan semua sepakat untuk penyelesaian seperti di Pasar Bululawang, dan jalan tercepat untuk penyelesaian," terang Sanusi. 

Sementara untuk kios yang terdampak tidak terlalu parah, Sanusi mengatakan akan dicoba untuk dikomunikasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sebab jika memang memungkinkan, bisa saja dilakukan sedikit perbaikan. 

"Dipetakan itu aja yang dibenahi. Yang lain ndak usah. Kalau di dinas ada perawatan ya dicat saja," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru