Penyembelihan Kurban di RPH Kota Malang Tidak Gratis, Ini Tarifnya!

Jul 06, 2022 17:00
Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo saat ditemui awak media di RPH Perumda Tunas Kota Malang, Rabu (6/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo saat ditemui awak media di RPH Perumda Tunas Kota Malang, Rabu (6/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tunas Kota Malang membuka layanan penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) yang terletak di Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Namun, fasilitas ini tidak gratis alias berbayar. 

Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo menegaskan bahwa layanan penyembelihan hewan kurban di momentum Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah itu diberikan mengingat mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. 

Dodot mengatakan, layanan tersebut berbayar lantaran tidak ada subsidi dari pemerintah. Sehingga, pemotongan hewan kurban disamakan dengan tarif penyembelihan ternak seperti biasa.

"Sebelumnya tidak ada subsidi, biayanya seperti di luar, sekitar Rp 800 ribu untuk satu ekor sapi, kalau kambing Rp 200 ribu," ungkap Dodot kepada JatimTIMES.com ketika ditemui di RPH Perumda Tunas Kota Malang, Rabu (6/7/2022). 

Pihaknya menjelaskan, dari rincian tarif tersebut, nantinya petugas RPH Perumda Tunas Kota Malang akan melakukan penyembelihan hewan kurban. Setelah itu, petugas akan menguliti dan memotong daging hewan kurban menjadi lima bagian. 

Nantinya, potongan daging tersebut diberikan kepada panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban atau masyarakat yang mempercayakan pemotongan kepada RPH Perumda Tunas Kota Malang. 

Menurutnya, tarif Rp 800 ribu untuk sapi dan Rp 200 ribu untuk kambing sudah sangat normal dan relatif sama dengan tarif di RPH daerah lainnya. Selain itu, Dodot menuturkan, meskipun terjadi wabah PMK tidak membuat tarif penyembelihan hewan kurban berubah. 

"Tidak ada pengurangan tarif (penyembelihan hewan kurban) karena ini kan bukan untuk sosial. Mereka yang akan berkurban tentu juga sudah siap, di luar pun tarifnya seperti itu," tutur Dodot. 

Di tengah mewabahnya PMK yang menyerang hewan ternak, pihak Perumda Tunas Kota Malang menerapkan aturan baru. Yakni, bagi masyarakat atau panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban yang menitipkan hewan kurbannya di Perumda Tunas Kota Malang harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh instansi terkait dari daerah asal hewan ternak. 

Hal itu dilakukan untuk mencegah persebaran wabah PMK yang tengah menyerang hewan ternak. Pasalnya, berdasarkan data yang dihimpun secara nasional, PMK telah menular di 21 provinsi dan 232 kabupaten/kota. 

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat maupun panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban agar dapat menghantarkan hewan kurban yang akan dititipkan untuk disembelih setidaknya H-1 sebelum penyembelihan. Sebab, kapasitas penyembelihan di RPH Perumda Tunas Kota Malang per hari untuk sapi sebanyak 100 ekor dan kambing sebanyak 150 ekor. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru