Tren Kasus Fluktuatif, Warga Kota Malang sudah Ada yang Terpapar Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5

Jul 06, 2022 15:09
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat berada di UMKM Corner Pasar Kasin, Kota Malang, Rabu (6/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat berada di UMKM Corner Pasar Kasin, Kota Malang, Rabu (6/7/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyebut, tren kasus Covid-19 di Kota Malang perlahan mulai mengalami kondisi yang fluktuatif atau naik turun terkait pertambahan dan kesembuhan kasus. 

Pejabat yang akrab disapa Bung Edi ini menegaskan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia, terkhusus di Kota Malang masih belum selesai. Terlebih lagi, pemerintah pusat juga belum mencabut kondisi pandemi di Indonesia. 

"Artinya Covid-19 masih ada dan terbukti di Malang ada 35, naik turun dan itu kalau dilihat minggu-minggu kemarin trennya kan naik," ungkap Bung Edi kepada JatimTIMES.com, Rabu (6/7/2022). 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat luas Kota Malang agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Meskipun Presiden RI Joko Widodo telah membolehkan masyarakat yang sehat dan tidak berada di kerumunan untuk melepaskan masker di luar ruangan, namun pihaknya berharap masyarakat tidak lengah dengan kebijakan serta perkembangan Covid-19 di Kota Malang. 

Terlebih lagi, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Senin (4/7/2022) lalu telah menegaskan bahwa sebanyak 81 persen kasus Covid-19 di Indonesia sudah masuk dalam kategori Subvarian BA.4 dan BA.5.

Termasuk warga Kota Malang pun sudah ada yang terpapar Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5. Hal itu dibenarkan oleh Bung Edi ketika ditemui awak media di Pasar Kasin untuk meninjau perkembangan harga bahan pokok serta meresmikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Corner. 

"Ya itu (Subvarian BA.4 dan BA.5) yang sekarang muncul kan itu. Yang terpapar kan itu semua. Tapi kan mereka tidak domisili di Kota Malang, domisilinya yang kena itu kan masih di luar Kota Malang, tapi NIK Kota Malang," terang Bung Edi. 

Pasalnya, pendataan pasien Covid-19 di Indonesia yang terintegrasi dengan sistem informasi milik Kementerian Kesehatan RI menggunakan basis data Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Untuk jumlah pasien Covid-19 yang terpapar Subvarian BA.4 dan BA.5, Bung Edi masih belum dapat merincikan. Namun, pihaknya memastikan warga Kota Malang sudah ada yang terpapar Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5. 

"Memang ada sekitar 35 warga Malang yang masuk di dalam sistem informasi kena Covid-19. Mereka ini didata berdasarkan NIK, ada warga Malang yang sedang dirawat di Jakarta, ada yang di luar kota," tutur Bung Edi. 

Sebagai informasi, berdasarkan data dari sistem New All Records (NAR) Kementerian Kesehatan RI per Selasa (5/7/2022) terdapat pengurangan dua kasus aktif, penambahan tujuh kasus positif Covid-19, penambahan sembilan kasus sembuh dan nihil tambahan untuk kasus meninggal karena Covid-19.  

Sehingga total kasus per Selasa (5/7/2022) yakni kasus aktif harian sebanyak 30 kasus, positif Covid-19 sebanyak 28.925 kasus, kesembuhan dari Covid-19 sebanyak 27.648 kasus dan meninggal dunia sebanyak 1.247 kasus. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru