Vaksin Booster Segera Diterapkan, 2 Minggu Lagi Jadi Syarat Mobilitas

Jul 05, 2022 12:15
Petugas kesehatan saat menyuntikkan vaksin Covod-19. (Foto: Irsya Rich/MalangTIMES)
Petugas kesehatan saat menyuntikkan vaksin Covod-19. (Foto: Irsya Rich/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Di tengah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, vaksin booster bakal diberlakukan sebagai syarat mobilitas masyarakat. Rencananya kebijakan itu bakal diterapkan paling lama dua minggu lagi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan. Keputusan tersebut merujuk pada hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan akan diatur melalui peraturan Satgas Penanganan Covid-19 dan peraturan turunan lainnya.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik,” ucap Luhut.

Vaksinasi booster itu akan menjadi syarat perjalanan mulai dari udara, darat, hingga laut. Melihat peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara terjadi begitu signifikan, seperti di Prancis, Italia, dan Jerman.

Saat ini kenaikan yang signifikan juga terjadi di negara tetangga, Singapura. Meski Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian, penerapan kebijakan booster sebagai syarat mobilitas dilakukan melihat capaian vaksinasi booster yang masih rendah.

Jika dilihat dari data PeduliLindungi, dari rata-rata orang masuk mal per hari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster.

Di tambah peningkatan kasus juga terjadi setiap harinya, sehingga ini sangat mengkhawatirkan. Jadi untuk mendorong masyarakat vaksinasi booster syarat masuk mal, kantor, dan perjalanan diubah.

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syaratnya akan diubah jadi vaksinasi booster,” imbuh Luhut. Bagi yang akan vaksin booster pun dipermudah.

Sentra vaksinasi seperti di bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi booster.

Selain itu, PPKM Jawa-Bali masih akan terus diberlakukan hingga waktu yang masih belum ditentukan. “Semua akan mengikuti hasil evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden secara berkala,” ujar Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru