Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Ketika Orang Ini Berani Kencing di Area Masjid Nabawi, Respons Rasulullah Mengejutkan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

05 - Jul - 2022, 08:08

Ilustrasi Masjid Nabawi yang dikencingi areanya oleh orang Arab Badui (Ist)
Ilustrasi Masjid Nabawi yang dikencingi areanya oleh orang Arab Badui (Ist)

JATIMTIMES - Suatu hari, Masjid Nabawi kedatangan seorang Arab Badui dari wilayah perkampungan. Orang tersebut kemudian melakukan kegiatan yang mengejutkan. Ia buang air kecil di areal Masjid Nabawi. 

Untuk diketahui, Masjid Nabawi zaman nabi dahulu, tentunya berbeda dengan Masjid Nabawi saat ini. Masjid Nabawi saat itu tidak beralaskan karpet, melainkan beralaskan dengan tanah. Sehingga, ketika hujan atau terkena air, maka lantainya akan basah dan repot untuk digunakan beribadah. Perbuatan orang Arab Badui yang kencing di areal Masjid Nabawi, kemudian didengar oleh para sahabat nabi. 

Para sahabat kemudian langsung mengerumuni orang Arab tersebut dan langsung mencaci atas perbuatan orang tersebut. Perbuatannya dinilai telah kelewatan. "Sungguh buruk apa yang ia lakukan," demikian kata salah seorang sahabat sebagaimana hadits yang diriwayatkan Shahih Muslim. Rasulullah pun kemudian juga mendengar kegaduhan tersebut. Rasulullah kemudian melerai mereka yan terlibat dalam argumentasi. "Wahai kalian," ucap Rasulullah. Rasulullah kembali berkata, " Biarkan saja dia sampai selesai". Bahkan juga terdapat riwayat lain yang menyebutkan, "siapa tahu dia akan masuk surga". Sahabat yang mengetahui hal itu, kemudian langsung berhenti mencela orang tersebut. 

Setelah itu, Rasulullah meminta ahabat mengambilkan air satu timba untuk disiramkan pada tanah yang dikencingi oleh orang Arab Badui tadi. Dari sini, dapat dipetik pelajaran bagaimana sikap Rasulullah. Betapa pengasihnya beliau. Beliau tak langsung mengingatkan perbuatan dari orang Arab Badui dari perkampungan itu. Tentu orang Arab Badui itu akan merasa malu. Rasulullah juga melarang para sahabat untuk mencela orang tersebut. Rasulullah juga tidak menyalahkan para sahabat yang mencela seseorang. Beliau justru mengajarkan kepada para sahabat bagaimana dalam mensucikan najis. 

Rasulullah mengajarkan jika mencela tidaklah menyelesaikan sebuah masalah. Dalam menuntun umat, beliau selalu mengutamakan sifat welas asih. Beliau sangat mendahulukan welas asih dalam berdakwah dibandingkan dengan benar, meskipun beliau lebih paham tentang syariat agar kerukunan terbina. Melalui cara Rasulullah menyampaikan syariat dengan santun, para sahabat kemudian mengetahui bagaimana cara sederhana mensucikan najis, di mana hingga saat ini kita ketahui.


Topik

Agama


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya