Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto Fokus Selesaikan Tiga Persoalan Pertanahan

Jul 04, 2022 10:50
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Hadi Tjahjanto saat menjadi pembicara dalam acara Podcast Kabinet dan Setkab (Podkabs), Minggu (3/7/2022). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Kabinet RI)
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Hadi Tjahjanto saat menjadi pembicara dalam acara Podcast Kabinet dan Setkab (Podkabs), Minggu (3/7/2022). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Kabinet RI)

JATIMTIMES - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan (BPN) RI Hadi Tjahjanto menyampaikan pada masa kepemimpinannya, akan fokus menyelesaikan tiga permasalahan yang berkaitan dengan pertanahan. 

Di mana tiga fokus penyelesaian permasalahan berkaitan dengan pertanahan tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Tiga permasalahan tersebut yakni sertifikat tanah milik rakyat, konflik agraria, serta lahan dan tata ruang di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Pulau Kalimantan.

"Perintahnya adalah yang pertama agar program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sertifikat ini dilanjutkan sesuai dengan target 126 juta, saat ini sudah terealisasi sebanyak 80 juta. Kemudian, yang kedua adalah menyelesaikan konflik agraria dan yang ketiga adalah menyelesaikan tata ruang IKN di Balikpapan," ungkap Hadi dikutip JatimTIMES.com, Senin (4/7/2022).

Hal itu disampaikan mantan Panglima TNI yang dijuluki "Si Otak Setan" ini ketika menjadi narasumber di Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet (Podkabs) episode kelima yang tayang pada Minggu, 3 Juli 2022 kemarin.

Dalam menjalankan tugas sebagai Menteri ATR/Kepala BPN RI, Hadi harus menangani segala macam permasalahan yang berkaitan dengan pertanahan. Maka dari itu, pihaknya menerapkan pendekatan manajemen pertempuran, mulai dari identifikasi hingga penyelesaian masalah.

"Kalau manajemen perang kan ada deteksi, identifikasi, eksekusi. Saya harus melihat situasinya, saya pelajari, saya masuk dari mana, seperti itu. Itu kemarin dalam satu minggu sudah saya laksanakan dan di tiga tempat semuanya berjalan normal, dan selesai masalah di daerah," ujar Hadi.

Selain itu, pentingnya komunikasi sosial juga sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan pertanahan di Indonesia. Pihaknya pun kerap menggunakan pendekatan komunikasi sosial ketika dirinya ditugaskan menjadi Panglima TNI.

"Saya berani duduk bersama masyarakat, kemarin saya kunjungan juga di tengah-tengah masyarakat, saya duduk bersama, ngobrol bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah konflik agraria seperti itu," tutur Hadi.

Hadi mengaku, usai dirinya dilantik oleh Presiden RI Jokowi pada Rabu (15/6/2022) sebagai Menteri ATR/Kepala BPN RI, dirinya telah beberapa kali turun langsung ke daerah-daerah untuk melihat secara langsung dan menyelesaikan permasalahan pertanahan di tengah masyarakat. Pihaknya juga mengingatkan jajarannya di daerah untuk mempercepat program PTSL.

"Untuk sertifikat sendiri, saya sudah punya target bahwa sebelum atau berakhirnya tahun 2022, itu ada kota atau kabupaten yang sudah berstatus kabupaten lengkap atau kota lengkap. Artinya, seluruh kabupaten atau kota itu semuanya sudah disertifikatkan tanahnya," jelas Hadi.

Sementara itu, pejabat negara kelahiran Malang ini juga mendorong jajaran Kementerian ATR/BPN RI dari pusat hingga ke daerah untuk mengoptimalkan implementasi sistem elektronik, terutama untuk sertifikat tanah. Menurutnya, sertifikat tanah penting dimiliki setiap pemilik tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

"(Jika ada sertifikat) kemudian ada mafia tanah dia nggak bisa ngaku-ngaku. Kalau dia ngaku-ngaku langsung kita pidanakan," tegas Hadi.

Lebih lanjut, dalam masa kepemimpinannya di Kementerian ATR/BPN RI, Hadi berkeyakinan pihaknya dapat memenuhi target yang telah diberikan oleh Presiden RI Jokowi. "Saya harus bekerja serius. Apalagi perintah Bapak Presiden itu jelas ada tiga. Dikaitkan dengan penyelesaian sertifikat ini juga bukan hal yang harus ditinggal santai, harus benar-benar," tandas Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru