Covid-19 Melandai, Lapas Kelas I Malang Persilakan Kunjungi Tatap Muka Warga Binaan

Jul 03, 2022 20:13
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang Heri Azhari saat ditemui awak media di Jagongan Jail Cafe and Barbershop. (Foto: Istimewa)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang Heri Azhari saat ditemui awak media di Jagongan Jail Cafe and Barbershop. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang segera mempertemukan pihak keluarga dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui layanan kunjungan tatap muka antara pihak keluarga dengan WBP. Kebijakan itu seiring melandasinya kasus  Covid-19.

Kepala Lapas Kelas I Malang Heri Azhari mengatakan, penerapan layanan kunjungan tatap muka bagi keluarga WBP nantinya akan diberlakukan secara bertahap dan terbatas dengan ketentuan yang sudah diatur oleh pihak Lapas Kelas I Malang.

"Jadi layanan kunjungan tatap muka hanya untuk keluarga inti, seperti anak, orang tua, istri, mertua dan itu waktunya juga dibatasi, agar tidak menumpuk," ujar Heri kepada JatimTIMES.com.

Nantinya, pembuktian bagi keluarga inti dapat menyertakan Kartu Keluarga yang nantinya oleh petugas di cek dengan data WBP yang telah dimiliki oleh Lapas Kelas I Malang. Bagi orang-orang diluar keluarga inti tetap bisa menjenguk, namun menggunakan layanan virtual.

Selain itu, untuk mencegah banyaknya kerumunan keluarga WBP yang akan bertemu dengan para WBP di dalam Lapas Kelas I Malang, maka pihaknya berencana akan membuka pendaftaran melalui online.

Pasalnya hingga Jumat (1/7/2022), jumlah WBP di dalam Lapas Kelas I Malang sebanyak 3.398 orang. Jumlah tersebut sudah melebihi kapasitas. Di mana untuk kapasitas normal Lapas Kelas I Malang sebanyak 1.282 orang WBP.

"Kemudian satu WBP hanya diizinkan tatap muka satu minggu sekali. Itu untuk menjaga penghuninya dan kalau sekali seperti itu maka semua warga binaan dapat (layanan tatap muka)," ujar Heri.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh ini menyampaikan, jika tidak dibatasi maka layanan tatap muka tidak dapat dirasakan secara merata oleh WBP yang jumlahnya sudah melebihi batas kapasitas normal.

"Selain itu, akan menumpuk dan rentan penyebaran Covid-19. Penjagaan tetap mematuhi prokes, mudah-mudahan hal ini dapat memberikan kekuatan bagi mereka melaksanakan hukuman," tutur Heri.

Untuk mendukung hal tersebut, setiap WBP hanya dapat menerima tiga orang tamu dari pihak keluarga inti dengan waktu 10 sampai 15 menit. Selain itu, untuk WBP juga harus mendapatkan izin dari penjaga tahanan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan keluarga WBP yang ingin bertemu dengan WBP.

"Tentunya tidak lupa harus sudah vaksin ketiga, kalau yang belum vaksin ketiga maka harus lampirkan bukti rapid test," kata Heri.

Sementara itu, Heri menyebut bahwa pembukaan layanan tatap muka ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, hal itu juga mempertimbangkan kesiapan dari masing-masing lapas dengan menunggu hasil evaluasi dari Divisi Pemasyarakatan di Kanwil Kemenkumham setempat.

Selain itu, pemberlakuan layanan tatap muka juga mempertimbangkan level PPKM di suatu kawasan tersebut. Heri menyebut, kebijakan tersebut dapat diterapkan di wilayah yang sedang menerapkan PPKM Level 1 dan 2.

"Kalau disini (Lapas Kelas I Malang) mungkin minggu-minggu ini ya, tanggalnya masih menunggu Kanwil Kemenkumham," pungkas Heri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru