Perkuat Ketahanan Nasional, Menhan RI Jalin Kolaborasi dengan Akademisi

Jul 03, 2022 15:55
Dari kiri, Rektor UB Prof Widodo; Menhan Prabowo Subianto dan Dekan FIA, Andy Fefta (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dari kiri, Rektor UB Prof Widodo; Menhan Prabowo Subianto dan Dekan FIA, Andy Fefta (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan kuliah umum di hadapan Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi se-Indonesia (FORDEKIIS). Kuliah umum dilaksanakan di Gedung FIA Universitas Brawijaya (UB), Minggu (3/7/2022).

Dalam kesempatan itu, Menhan berbicara terkait kolaborasi dengan akademisi tentang strategi ketahanan nasional. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang sangat penting, sehingga memerlukan kolaborasi dengan akademisi dalam upaya memperkuat pertahanan nasional.

"Suatu kehormatan bahwa saya memberi paparan, kuliah umum, dan sangat penting terutama di kalangan cendekiawan akademisi, paham betul posisi kita," jelasnya.

Pihaknya menekankan pada kepemimpinan nasional yang unggul. Keunggulan itu dapat dibangun dari ketahanan nasional yang baik. Kemudian ketahanan yang baik berawal dari salah satunya aparatur atau SDM yang unggul. Untuk itulah, peran dari perguruan tinggi tak bisa dinafikan.

"SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara, lalu diterima. Atau memperjualbelikan gelar akademik," ujar Menhan. 

Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan kaya. Keberhasilan pemerintah saat ini, mulai dari menghadapi pandemi, pengendalian ekonomi ditengah tantangan yang begitu besar, telah banyak dilirik berbagai negara di dunia.  

Hal ini tentunya mengisyaratkan jika pertahanan bangsa Indonesia sangatlah bagus di mata dunia. "Alhamdulillah daripada guru besar ada komitmen untuk bekerjasama dengan Kemenhan, Masalah pertahanan, strategi itu dibahas, dipelajari, dikaji di perguruan tinggi," tuturnya.

Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, penguatan terhadap pendidikan generasi penerus tentunya sangat penting untuk dilakukan. Penguatan terhadap sejarah menjadi salah satu permasalahan yang harus ditekankan dalam dunia akademik.

"Kita sepakat sejarah itu penting untuk kepentingan pendidikan generasi penerus kita. Anak-anak muda harus mengerti kita adalah bangsa yang sangat besar dan kuat," paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Widodo menambahkan, sistem pertahanan Indonesia merupakan sistem pertahanan semesta. Sehingga pertahanan bangsa tidak hanya dibebankan pada sistem alutsista tempur saja, namun juga integratif dengan pertahanan SDM, pangan maupun seluruh elemen masyarakat. 

Untuk itu, dalam membangun pertahanan pada sektor SDM, tentunya perguruan tinggi mempunyai peran yang penting. Selain membangun SDM, perguruan tinggi juga dapat melakukan dan memberikan kontribusi bagi pertahanan sektor pangan. 

"Misalnya kita melakukan penelitian ketahanan pangan, ketahanan kesehatan yang lingkupnya bisa secara nasional," tuturnya.

Selain itu, terdapat kelompok kajian pada perguruan tinggi yang nantinya juga akan lebih dioptimalkan, khususnya dalam hal pertahanan. Hal tersebut kemudian dapat disinergikan dengan program pada Kementrian secara nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru