Pelaku Penembakan Juragan Rongsokan Ditangkap, Polisi: Motif Dendam hingga Imbalan Rp 100 Juta

Jul 02, 2022 09:43
"Jo" pelaku penembakan saat ditanya oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro
"Jo" pelaku penembakan saat ditanya oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro

JATIMTIMES – Sempat menjadi buronan, pelaku penembakan juragan rongsokan M Sabar (37) yang terjadi di bawah flyover (jembatan layang) Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Senin (27/6/2022) lalu yakni Jo berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo. Jo ditangkap dipersembunyiannya di kawasan Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, sehari setelah kejadian tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pembunuhan terhadap juragan rongsokan itu sudah direncanakan oleh Eko. Terkait motif pembunuhan adanya dendam terhadap korban, sedangkan Jo mendapatkan imbalan uang Rp 100 juta untuk mengeksekusi korban. 

“Jadi dalam rencananya Eko memberi perintah kepada Jo untuk menghabisi nyawa juragan rongsokan M. Sabar dengan dijanjikan imbalan uang Rp 100 juta,” ujar Kusumo, Sabtu (2/7/2022).

Dari hasil penyelidikan, ternyata Jo pria asal Desa Watestani, Kecamatan Nguling ,Kabupaten Pasuruan ini hanya berperan sebagai eksekutor penembakan. Sementara dalang dari kasus penembakan ini adalah Eko yang sampai saat ini masih berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang tak lain sepupu dari tersangka Jo.

Dalam melaksanakan aksinya pelaku Jo menghabisi nyawa korban dengan menembakan senjata api sebanyak dua kali yang mengakibatkan korban mengalami luka pertama di lengan kiri tembus ke dada kemudian yang kedua leher kiri tembus ke leher kanan. Akibat penembakan itu, korban meninggal dunia. Nyawa korban tidak tertolong meskipun sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sidoarjo.

Dari penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa motor matic warna merah, helm, jaket online, dan senjata api yang sempat dibuang Jo.

“Pelaku sempat membuat barang bukti seperti helm, jaket ojol di suatu tempat. Namun sudah berhasil ditemukan termasuk senjata api yang digunakan untuk membunuh korban,” ujar Kusumo.

Kusumo menjelaskan, untuk senjata api pelaku mendapatkannya dari Eko yang saat ini masih berstatus DPO. Serta pelaku sudah merencanakan penembakan tersebut dua minggu sebelumnya

“Atas perbuatannya, Jo dijerat Pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau kurungan seumur hidup. Kemudian Pasal 355 KUHP ayat 2 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara dan Pasal 351 ayat 3 ancaman pidana 7 tahun. Karena ini pembunuhan berencana jadi banyak undang-undang yang menjerat pelaku dengan pasal berlapis,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru