Kasus Penyalahgunaan DD Kalipare Kembali Seret Perangkat Desa, Langsung Ditahan Polisi

Jul 01, 2022 20:31
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penanganan Kasus penyalahgunaan Dana Desa yang menyeret Kepala Desa (Kalipare), Sutikno sebagai tersangka hingga kini terus berkembang. Informasi yang dihimpun, satu orang kembali diamankan oleh pihak kepolisian karena diduga turut terlibat dalam kasus tersebut. 

Informasi yang didapat JatimTIMES, dalam pengembangan kasusnya, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kalipare turut diamankan Didik Eko Wahyudi. Informasinya, Didik diamankan pada Kamis (30/6/2022) lalu. 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat membernarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa yang bersangkutan juga tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Malang. 

"Masih proses pemeriksaan. Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Perangkat Desa Kalipare," ujar AKBP Ferli. 

AKBP Ferli mengatakan, saat ini yang bersangkutan diperiksa sebagai seorang tersangka. Dan polisi juga langsung melakukan penahanan. 

"Betul (sudah ditahan), hari ini ybs dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan," imbuh AKBP Ferli. 

Untuk itu, dalam kasus tersebut, hingga saat ini sudah ada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yang pertama adalah oknum Kades Kalipare yang ditahan sejak Jumat (3/6/2022) lalu. Dan keDan kedua adalah Kaur Perencanaan Desa Kalipare, yang resmi dilakukan penahanan sejak Jumat (1/7/2022).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD)/Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2019. 

Sebelumnya, AKBP Ferli menjelaskan, kasus dugaan penyelewengan tersebut terjadi pada tahun 2019 silam, dan baru dilakukan penahanan karena menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Perkara itu tahun 2019 dan mulai dilidik tahun 2021 karena menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP, dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegas AKBP Ferli.

Tersangka diduga telah mengakibatkan kerugian negara total sebesar Rp 423 juta, dan Inspektorat Kabupaten Malang sebelumnya telah melakukan pembinaan terhadap tersangka dengan tujuan untuk mengembalikan uang negara yang telah diselewengkan oleh tersangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru