'Bapenda Menyapa' Temui dan Layani Wajib Pajak di Desa Mulyoagung Dau

Jul 01, 2022 19:25
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara memantau langsung proses layanan pajak di Desa Mulyoagung, Dau.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara memantau langsung proses layanan pajak di Desa Mulyoagung, Dau.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) agar bisa memenuhi target yang ditetapkan Rp 978 miliar. Salah satunya, upaya tersebut dioptimalkan melalui program 'Bapenda Menyapa'.

Setelah melakukan sosialisasi kepada semua Kepala Desa melalui kecamatan-kecamatan, dalam program tersebut Bapenda juga door to door ke desa-desa untuk mengetahui problem-problem yang dihadapi masyarakat untuk membayar pajak. Jumat (1/7/2022) kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Mulyoagung Kecamatan Dau.

Proses pelayanan pajak di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Jadi kami ingin melihat antusias masyarakat setelah kita mencoba kegiatan pengumpulan kepala desa di Kecamatan. Selain itu, kami juga mendidik salah satu staf di desa untuk menjadi operator. Sekaligus di satu desa ini kami juga mengundang masyarakat atau WP (WP) yang mungkin merasa kesulitan membayar atau kesalahan nama, alamat. Jadi kita pusatkan untuk Kecamatan Dau ini disini. Jadi kita woro-woro ke desa melalui kecamatan, ujar Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, Jumat (1/7/2022).

Proses pelayanan pajak di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Dalam upaya tersebut, Bapenda berusaha untuk jemput bola ke desa-desa. Terutama ke desa yang memang dirasa sering melakukan koordinasi terkait perpajakan. Tujuannya kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang wajib pajak bisa meningkat. Terlebih untuk pajak bumi dan bangunan (PBB).

Selama melakukan kegiatan tersebut, pihaknya juga menangkap beberapa hal yang mungkin menjadi kendala masyarakat untuk mau membayar pajak. Menurut Made, masyarakat biasanya sedikit kesulitan karena terbatasnya Kantor Bank Jatim untuk melakukan pembayaran pajak.

Antusias masyarakat Desa Mulyoagung dalam layanan 'Bapenda Menyapa'.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Kadang-kadang mereka titip ke perangkat desa juga lama. Biasanya mereka itu pinginnya kasih uang harapannya segera pegang bukti pembayaran. Ada juga yang terkadang salah alamat, jadi masih perlu pembetulan. Karena  selama ini mereka berpikir ngurusnya masih lama kan, dengan disini harapannya mereka datang bisa langsung bawa sertifikat ktp bisa langsung kita krosecek," jelas Made.

Di sisi lain dirinya juga menilai bahwa sebenarnya masyarakat juga membutuhkan kegiatan 'Bapenda Menyapa' yang dilakukan secara door to door ke desa-desa tersebut. Menurutnya, hal tersebut bisa membantu masyarakat untuk memastikan datanya dalam membayar pajak.

"Artinya kalau masyarakat merasa datanya sudah valid, mereka ke depan kalau mau bayar tidak akan ragu lagi kan. Di desa mulyoagung menjadi desa yang kedua setelah desa Sidoasri. Setelah ini akan dilanjutkan lagi ke beberapa desa secara random, nah kalau antusias masyarakatnya bagus, mungkin akan kita gelar di kecamatan," terangnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bapenda Kabupaten Malang, target PBB di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau adalah sebesar Rp 636.000.085.000.635. Dengan jumlah user baku sebanuak 6.316 obyek. Dan hingga saat ini, tercatat sudah ada ada sebanyak 1.882 obyek yang lunas dengan nilai sebesar Rp 181 juta.

Sementara itu, secara umum hingga saat ini target PBB Kabupaten Malang sudah mencapai sebesar 17,52 persen. Atau sebesar Rp 26.648.783.384 dari target sebesar Rp 135.000.000.000.

Proses pelayanan pajak di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Sementara itu, Pengganti Sementara (PGS) Pimpinan Cabang Pembantu (Capem) Bank Jatim Karangploso Dyas Vivin mengatakan bahwa dalam hal ini pihaknya juga terus berupaya untuk konsisten dalam menjadi mitra Pemerintah Daerah (Pemda). Pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa vendor seperti toko modern agar akses masyarakat untuk melakukan pembayaran bisa lebih cepat.

"Bank Jatim ini adalah mitra Pemda. Jadi kita saling bersinergi agar meningkatkan pendapatan daerah dan lebih cepat diakses. Kita kemaren buka, yang selama ini melalui Bank Jatim, kita buka all channel, seperti di Alfamart, indomaret, shopee, bli-bli. Bekerja sama dengan vendor tersebut agar masyarakat lebih mudah. Dari mereka ini hanya sebagai penerima, muaranya ke Bank Jatim," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru