Wah, Korut 'Paksa' Pemasangan Sistem Operasi Buatan Sendiri

Dec 31, 2015 04:25
Penampakan Red Star OS saat pemasangan perdana (Foto: BGR)
Penampakan Red Star OS saat pemasangan perdana (Foto: BGR)

Sudah bukan rahasia lagi jika Korea Utara selama ini menutup diri dari dunia luar. Dan untuk mempertahankan isolasi itu, mereka bahkan mengembangkan sistem operasi sendiri demi bisa mengendalikan warga negaranya.

Peneliti Jerman, Florian Grunow dan Niklaus Schiess baru-baru ini berhasil mendapatkan salinan dari sistem operasi bernama Red Star OS itu. Sistem operasi misterius itu didasarkan pada versi Fedora dari Linux namun dengan tampilan nyaris menyerupai OS X milik Apple.

red-star-os-2ouH0l.jpg

Sebagai salah satu negara yang paling tertutup di muka bumi, bukan hal mengejutkan jika sistem operasi ini 'dipaksakan' pada seluruh negeri dan digunakan oleh pemerintah untuki mengawasi semua aktivitas warganya.

"Kami menemukan jika fitur yang ditanamkan dalam Red Star OS adalah mimpi indah untuk pengawasan diktator. Sistem ini menyediakan seperangkat fitur pengintaian seperti kemampuan menandai tipe file tertentu yang bisa digunakan untuk melacak distribusi dokumen dan multimedia," sebut Grunow dan Schiess.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Ini bukan hal pertama di mana pemerintah Korut 'membungkam'  kebebasan warganya. Pemerintah Korut menutup sepenuhnya akses internet dari luar dan memaksakan intranet dalam negeri yang dikendalikan dan diawasi sepenuhnya oleh penguasa. (*)

Topik
Berita MalangTIMES IndonesiaInfo TeknoRed Star OSKorea Utara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru