Tim Sepak Bola Putri Kota Malang Didiskualifikasi Diajang Porprov Jatim VII 2022

Jun 30, 2022 19:24
Tim sepak bola putri Kota Malang yang berlaga di Porprov Jatim VII 2022 (foto: Instagram PSSI Kota Malang)
Tim sepak bola putri Kota Malang yang berlaga di Porprov Jatim VII 2022 (foto: Instagram PSSI Kota Malang)

JATIMTIMES - Tim sepak bola putri Kota Malang menerima sanksi dari panitia disiplin Porprov Jatim VII 2022. Sanksi tersebut diberikan kepada dua orang pemain yang dibawa Askot PSSI Kota Malang yakni Cici Santikah dan Mizaluna Azzuri.

Sekretaris KONI Kota Malang Anang Fatoni mengatakan bahwa Kabupaten Bondowoso mengajukan protes keberatan dengan keberadaan dua pemain Kota Malang. Hal itu dilakukan usai Kabupaten Bondowoso kalah melawan Kota Malang dengan skor 4-0 pada partai semifinal Porprov cabor sepak bola putri.

“Mereka mengajukan protes tentang keberadaan dua pemain Kota Malang, Cici dan Mizaluna. Kedua pemain itu danggap tidak sah, karena alasan perpindahan,” kata Anang Fatoni, Kamis (30/6/2022) sore di Jember.

Dijelaskan Anang, panitia disiplin Porprov Jatim VII 2022 memberikan sanksi yang tertuang pada salinan KEPUTUSAN DEWAN HAKIM PORPROV JATIM VII/2022 Nomor: 06/DH-PORPROV VII/2022 yang telah beredar di grup WhatsApp.

Meski begitu, KONI Kota Malang mengaku legawa dengan sanksi yang diberikan panitia disiplin Porprov Jatim VII 2022. Karena dalam hal ini, keputusan sanksi tersebut telah final diberikan kepada tim sepak bola putri di bawah binaan Askot PSSI Kota Malang.

Bahkan karena hal tersebut, Kota Malang sudah tidak dapat mengajukan banding. “Iya (keputusan) itu sudah final dan tidak bisa banding. Kami terima saja,” ujar Anang.

Dijelaskan Anang, memang tim sepak bola Kota Malang dilaporkan oleh tim sepak bola Kabupaten Bondowoso. Namun sanksi yang diberikan itu masih melalui analisa.

“Terus ya itu kalah terus dilaporkan dan dianalisa oleh panitia penyelenggara dan akhirnya sanksi,” kata Anang.

Atas sanksi tersebut, Anang pun tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya ingin panitia penyelenggara melakukan evaluasi di tahun mendatang. Selain itu, pihaknya berharap kepada Askot PSSI Kota Malang untuk lebih teliti dalam mendaftarkan pemain. Sebab, di tiga pertandingan sebelumnya dua pemain tersebut telah bermain dan tidak ada tindakan. Bahkan, saat proses verifikasi dua pemain itu telah lolos. 

“Dan kenapa baru dipertanyakan saat final ini? Saya harap ini bisa jadi bahan evaluasi,” tutup Anang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru