Latih Santri Digital Marketing, Menparekraf Target 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru hingga 2024

Jun 29, 2022 20:24
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan pengarahan kepada santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Rabu (29/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan pengarahan kepada santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Rabu (29/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ekonomi Kreatif untuk Gerakan Usaha Kreatif (GUK) menyasar para santri di Indonesia khususnya di Kota Malang untuk dilatih mengenai digital marketing

Salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kota Malang yakni Ponpes Bahrul Maghfiroh menjadi salah satu yang mendapat perhatian langsung dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno. 

Hal ini terbukti dengan kedatangan Sandiaga Uno secara langsung di Ponpes Bahrul Maghfiroh dalam pembukaan bimbingan teknis (bimtek) GUK Digital Marketing Santripreneur. Kedatangannya pun disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh yakni Prof KH Mochammad Bisri. 

Foto bersama.

Sandiaga berpesan kepada santriwan dan santriwati yang mengikuti kegiatan bimtek GUK Digital Marketing Santripreneur agar mencermati terkait materi yang disampaikan. Pasalnya, santriwan dan santriwati yang rata-rata masih muda, relatif akan lebih mudah memahami perkembangan teknologi yang ada, khususnya untuk dunia ekonomi yang berbasis digital marketing. 

"Karena ini adalah tahapan kita untuk mencetak 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 dan total sampai tahun 2024 yakni 4,4 juta lapangan kerja baru dapat tercipta," ungkap Sandiaga kepada awak media di Ponoes Bahrul Maghfiroh, Rabu (29/6/2022). 

Pihaknya pun berharap agar kerja sama yang telah terjalin antara Ponpes Bahrul Maghfiroh dengan Kemenparekraf RI dapat mewujudkan beberapa rencana dan target ke depan. Karena dirinya meyakini, para santriwan dan santriwati akan lebih mahir dalam menggunakan digital marketing. 

Mengecek.

Dengan begitu, pihaknya juga akan mengejar target realisasi 30 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di 2023. Pasalnya, 2022 ini telah melampaui angka 20 juta UMKM. Hal ini akan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

"Targetnya sebagai gerakan nasional bangga buatan Indonesia yang akan membantu on boarding termasuk usaha-usaha milik santri tadi, MBM (Mozarella Bahrul Maghfiroh) dan beberapa kegiatan lain termasuk laboratorium multimedia ini yang kita harapkan masuk dalam rekomendasi," ujar Sandiaga. 

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof KH Mochammad Bisri menyambut baik kedatangan Sandiaga ke Ponpes Bahrul Maghfiroh untuk membuka kegiatan bimtek GUK Digital Marketing Santripreneur. Dari berbagai unit usaha yang dikelola oleh para santri di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Prof Bisri membanggakan salah satu unit usaha yang bergerak di bidang multimedia. Pihaknya menyebutkan, bahwa Ponpes Bahrul Maghfiroh memiliki laboratorium multimedia kreatif. 

"Anak-anak ini sekarang sudah mempunyai karyawan sebanyak 15 orang. Mereka harus hidup sendiri dari usaha itu. Saya nggak kasih subsidi," ujar Prof Bisri. 

Foto bersama.

Malahan kata Prof Bisri, dari hasil pendapatan yang diperoleh melalui laboratorium multimedia kreatif yang menghasilkan produk-produk kreatif seperti pembuatan film pendek, video, photo wedding, hingga kerja sama dengan televisi swasta nasional, para santri membaginya dalam sistem bagi hasil atau mudharabah. 

"40 persen mereka, 40 persen pondok, 20 persen dipotong zakat. Kegiatannya membuat film pendek, video, foto wedding, termasuk kemarin kerja sama dengan Trans7," tutur Bisri.

Menurutnya, salah satu cara bagaimana para santrinya dapat melakukan promosi hingga dilirik oleh media televisi swasta nasional tersebut dengan cara digital marketing. Karena jika menggunakan cara konvensional, pihaknya merasa kesulitan. Maka dari itu, pihaknya merasa senang sekali dengan adanya bimtek GUK Digital Marketing Santripreneur. Pasalnya, hal itu akan mengenalkan digital marketing kepada para santri sejak dini. 

"Seperti anggrek ini dulu kan jualnya konvensional. Sekarang jualnya sudah pakai medsos dan mulai laris dan menghasilkan uang. Artinya, terima kasih kreativitas dari mas menteri, kita ikut kreatif," pungkas Bisri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru