Limbah Ternak Belum Tergarap Optimal, Pemkab Malang Berguru ke Denmark

Jun 29, 2022 19:46
Paparan yang diikuti Bupati Malang HM. Sanusi bersama sejumlah perwakilan kepala daerah lain saat berada di Denmark.(Foto: Istimewa).
Paparan yang diikuti Bupati Malang HM. Sanusi bersama sejumlah perwakilan kepala daerah lain saat berada di Denmark.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Keberadaan ternak sapi di Kabupaten Malang telah menjadi salah satu potensi tersendiri yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun sayangnya, limbah ternak yang dihasilkan dari ratusan ribu sapi yang ada di Kabupaten Malang baru sekitar sebanyak 30 persen yang telah dimanfaatkan atau diolah secara optimal. 

Hal tersebutlah yang menjadi alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk melakukan studi replikasi ke Denmark. Salah satu yang dibidik dalam studi replikasi tersebut adalah pembelajaran dan penjajagan kerja sama pengelolaan sampah organik, yaitu dengan penanganan sampah organik untuk didaur ulang melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna. 

"Baik dengan komposting, biogas dan sebagainya. Yang dapat meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di daerah-daerah sebagai pilot project untuk mencapai tujuan Jakstranas dengan sebesar 70% termasuk pengembangan solusi limbah menjadi energi (didefinisikan secara luas)," ujar Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji.

Terlebih juga untuk mengimplementasikan adanya Implementing Arrangement (IAr) yang telah ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3 dan Deputi Direktur Badan Perlindungan Lingkungan Denmark, dengan Program Strategic Sector Cooperation in Circular Economy and Solid Waste Management. Dan sebagai Pilot Project diprioritaskan 5 (lima) Kabupaten Kota yang mempunyai komitmen dalam pengelolaan sampah organik. Antara lain Kabupaten Malang, Kota Bukittinggi, Kota Jambi, Kota Banda Aceh dan Kota Depok. 

"Tapi terus berkembang, yang ikut Kota Payahkumbu, Solok, Sawahlunto dan Sidoarjo," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Malang Ahmad Zulfikar Nurrahman mengatakan bahwa beberapa langkah-langkah yang sudah diterapkan dalam pengelolaan sampah organik di Denmark nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi dalam perbaikan model pengelolaan sampah di Kabupaten Malang. 

"Seperti organisasi pengelola, manajemen, metode dan teknologi dalam pengolahan sampah sampai kepada mengubah perilaku dan mindset masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Avi ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru