Buntut 16 Nakes Merasa Diberhentikan Sepihak, Dewan Akan Panggil Direktur RSUD Lawang

Jun 29, 2022 19:44
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Saiful Efendi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Saiful Efendi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang berencana untuk memanggil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang. Hal tersebut sebagai tindak lanjut atas diberhentikannya 16 tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, yang diduga dilakukan secara sepihak. 

Rabu (29/6/2022), sejumlah perwakilan dari 16 tenaga kesehatan (nakes) yang diduga diberhentikan secara sepihak tersebut mendatangi kantor DPRD Kabupaten Malang. Kedatangan perwakilan nakes ini untuk bermaksud untuk mengabdi kepada wakil rakyat.

"Ini kan tadi baru pengaduan. Jadi keterangan yang kami himpun baru sepihak. Ini kita perlu memanggil Direktur Rumah Sakit (RSUD) Lawang," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Saiful Efendi, Rabu (29/6/2022).

Dirinya belum memastikan kapan pihak RSUD Lawang akan dipanggil. Hanya saja dalam waktu dekat hal tersebut akan segera dilakukan. Sebab ia juga tidak ingin polemik tersebut semakin berlarut-larut dan tak segera ada penyelesaian.

"Secepatnya, kita setelah ini Renja, setelah itu baru tahu, kapan ada waktu akan segera kita panggil. Agar tidak semakin berlarut-larut," imbuh politisi Gerindra ini.

Informasi yang dihimpun, 16 orang yang diduga diberhentikan secara sepihak tersebut terdiri dari 10 orang perawat dan 6 orang bidan. Kemudian masa kerja atau pengabdian 16 nakes ini diantara 3 sampai 14 tahun. 

Para nakes yang rata-rata berusia di atas 30 tahun ini juga merasa tidak mendapatkan apa-apa setelah mengetahui bahwa mereka diberhentikan secara sepihak dari tempat mereka berkerja. Tidak ada pesangon ataupun surat pengalaman kerja yang diterima. 

Salah seorang nakes yang enggan disebutkan namanya, mengaku bahwa kabar tersebut diterima pada Senin (27/6/2022) lalu. Ia juga mengaku tidak ada teguran atau konfirmasi apapun hingga dirinya diberhentikan. Terlebih ia telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun sebagai salah satu perawat. 

"Terus bagaimana nasib kami tidak ada kejelasan, sementara umur rata-rata sudah di atas 30 tahun," ujarnya. 

Sementara itu, hingga diturunkannya berita ini, redaksi masih berusaha mencari konfirmasi kepada pihak RSUD Lawang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru