DPRD Kabupaten Malang Minta Vaksinasi PMK Tidak Boleh Asal-asalan

Jun 29, 2022 18:51
Proses vaksinasi pada ternak di wilayah Kecamatan Pujon.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Proses vaksinasi pada ternak di wilayah Kecamatan Pujon.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang meminta agar Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bisa lebih cermat untuk melihat kondisi pergerakan wabah tersebut. Tujuannya agar penanganan yang dilakukan bisa lebih tepat sasaran dan tidak percuma. Termasuk melalui vaksinasi.

Pasalnya, menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Shodiqul Amin, vaksinasi hanya boleh dilakukan kepada ternak-ternak yang masih dalam kondisi sehat. Untuk itu, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Satgas Penanganan PMK bisa segera melakukan upaya mitigasi.

"Daerah yang penyebarannya sudah luar biasa itu, seperti Malang Barat. Konteksnya pengendalian bukan pencegahan lagi. Nah langkah-langkah pengendalian ini tentu berbeda dengan pencegahan," ujar Amin.

Dirinya juga meminta kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang bisa melakukan pendataan dengan lebih akurat. Hal tersebut juga dimaksudkan agar vaksin yang diberikan kepada ternak lebih tepat sasaran dan tidak terbuang percuma.

Sementara hingga saat ini, dirinya menilai bahwa petugas yang ada cukup kesulitan untuk memastikan seekor hewan dipastikan sehat, masih bergejala atau sudah dipastikan PMK.

"Kemudian terkait dengan vaksin, yang saat ini sudah didistribusikan ke banyak KUD. Kita berharap untuk hati-hati. Kalau hanya sekedar divaksinkan kepada ternak yang hanya dianggap sehat, maka jangan harap vaksinasi ini bisa berhasil optimal. Kalau pelaksanaan vaksin ini asal-asalan, akan ada kesia-siaan," terangnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memastikan sapi dalam kondisi sehat sebelum divaksin, yakni dengan mengukur suhu badan ternak yang bersangkutan. Apalagi mengingat penyebaran wabah ini terbilang cukup cepat.

"Katakan begini, dalam 1 kandang ada 5 ekor sapi. Dari 5 ekor, salah satu sapi sudah muncul gejala (PMK). Itu yang 4 ekor tidak boleh divaksin. Karena hampir dipastikan tertular, hanya tinggal menunggu waktu inkubasi. Makanya kalau suhu kan murah. Paling gak suhu normal, badan sapi ini kalau sehat itu diantara 38 sampai 39 derajat. Nah, maka kalau suhu di atas 40 bisa diyakinkan kalau itu terpapar. Setidaknya itu bisa jadi parameter," jelas Amin.

Untuk itulah menurutnya, anggaran belanja tak terduga (BTT) yang direncanakan akan dianggarkan sebagian untuk penanganan PMK agar bisa dieksekusi. Tujuannya, agar bisa segera dibelanjakan untuk obat, vitamin dan memenuhi nutrisi sapi agar dapat dipastikan sehat.

"Untuk tahapan pra vaksinasi, pemberian nutrisi, vitamin obat-obatan untuk ternak menuju sehat itu bisa terpenuhi dulu. Jadi vaksin ini kadaluarsanya berapa lama kita emang harus menjaga itu, agar vaksin tidak sia-sia. Jangan sampai vaksin itu digunakan tapi tidak ada gunanya," pungkas Shodiqul.

Sebagai informasi, hingga saat ini Kabupaten Malang sudah mendapat vaksin sebanyak 77.500 dosis. Di mana penyalurannya dilakukan melalui koperasi-koperasi yang menaungi peternak-peternak sapi di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru