SBY-JK-Surya Paloh Bertemu, PDIP: Rakyat Nggak Pilih Tokoh yang Berambisi jadi 'King Maker'

Jun 29, 2022 10:09
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK) dan Surya Paloh (Foto: Instagram)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK) dan Surya Paloh (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Dunia politik di Indonesia saat ini tengah ramai menjadi sorotan jelang Pilpres 2024. Salah satu yang sempat menjadi perbincangan adalah pertemuan antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla (JK) di Cikeas, Kamis (29/6/2022). 

Pertemuan SBY dan JK itu lantas dinilai untuk mengalahkan PDI Perjuangan. Terlebih, di hari yang sama Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketum NasDem Surya Paloh.

Pertemuan para petinggi politik itu lantas dikomentari oleh politisi PDIP Andreas Hugo Pareira. 

Andreas mengatakan, rakyat tidak memilih para tokoh untuk menjadi 'king maker'. Namun, rakyat lebih memilih calon presiden pada 2024.

"Rakyat kan tidak pilih para tokoh-tokoh yang sedang berambisi jadi "King Maker". Rakyat akan pilih capres, toh," kata Andreas. 

Lebih lanjut Andreas memahami, soal pertemuan SBY dan JK. Ia pun berkata, semua pasti ingin menang pada Pilpres 2024.

"Tapi sampai sekarang belum ada capresnya tuh," ucap Andreas. 

Andreas pun mengaku pihaknya tidak khawatir soal anggapan PDIP ditinggal sendiri tanpa rekan koalisi. Justru, Andreas mengklaim banyak parpol lain yang ingin berkoalisi dengan PDIP.

"Kalau enggak percaya, tanya saja ke teman-teman petinggi partai," ucap Andreas.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, pertemuan SBY dan JK itu dilakukan demi kepentingan pemilu 2024. Adi menduga, pertemuan SBY dan JK untuk menyatukan visi yakni mengalahkan PDIP. 

Adi lantas mengatakan, semakin kuatnya sinyal itu karena pertemuan antara SBY dengan JK bersamaan dengan pertemuan AHY dan Surya Paloh.

"Kenapa saya sebut untuk kepentingan 2024. Pertama, NasDem menominasikan Anies Baswedan sebagai kandidat capres dan itu pilihan paling realitas untuk NasDem. Karena kalau Ganjar pasti bentrok dengan PDIP. Kalau Andika Perkasa pasti diprotes publik sebagai jenderal aktif yang tak boleh berpolitik. Maka pilihan rasional adalah Anies," kata Adi Prayitno. 

Menurut Adi, dengan NasDem yang mengusung Anies sebagai capres, Demokrat pasti akan tertarik bergabung. Ia pun menyakini hal itu sudah dipastikan bahwa poros tersebut mampu mengalahkan PDI Perjuangan.

"Artinya ketika NasDem mengusung nama seperti Anies secara tidak langsung kan ingin bikin front terbuka dengan PDIP. Bahkan dengan pemerintah," sambung Adi.

Sebab, jika pertemuan SBY-JK hanya romantisme sahabat lama, maka tidak perlu bertemu langsung di kediaman SBY.

"Dalam konteks itulah JK adalah mentor utamanya Anies Baswedan karena momen pertemuan dengan SBY dan JK bersamaan dengan pertemuan AHY NasDem itulah yang semakin menebalkan bahwa JK dan SBY pasti bicara tentang Demokrat bergabung dengan NasDem," papar Adi.

Adi pun mengatakan jika NasDem mengusung Anies Baswedan dan sangat mungkin bahwa AHY disodorkan sebagai cawapresnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru