Peternak Sapi yang Terserang Wabah PMK di Kabupaten Malang Bisa Dapat Ganti Rugi, Catat Syaratnya

Jun 26, 2022 09:41
Seorang peternak di Desa Pujon Kidul yang ternaknya nyaris habis akibat wabah PMK.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Seorang peternak di Desa Pujon Kidul yang ternaknya nyaris habis akibat wabah PMK.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus untuk menginventarisasi ternak sapi yang mati akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal tersebut juga menyusul rencana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa Pemerintah akan menyiapkan dana ganti rugi atas sapi-sapi yang mati akibat wabah ini.

Selain untuk memastikan jumlah ternak sapi yang mati tersebut, Didik mengatakan bahwa inventarisasi yang dilakukan juga untuk mengetahui kapasitas peternak pemilik sapi-sapi yang mati tersebut. Pasalnya menurut Didik, dipastikan peternak yang akan mendapat dana ganti rugi nantinya adalah peternak gurem. Yakni peternak dengan modal sedikit atau yang jumlah sapinya tidak lebih dari tiga ekor.

"Khususnya petani gurem. Sehingga nanti tidak boleh ada peternak kaya, misalnya yang sapinya di atas 20 ekor, tapi sapinya mati satu atau dua ekor, dan dia minta bantuan, itu tidak boleh. Maka dikhususkan untuk peternak gurem yang (jumlah) sapinya tiga ekor ke bawah," ujar Didik.

Untuk itu dalam hal ini, dirinya meminta agar tenaga lapang atau mantri kesehatan yang bertugas di setiap kecamatan atau desa, bisa optimal dalam melakukan inventarisasi sapi yang mati maupun pemiliknya. Namun begitu, pihaknya masih belum dapat memutuskan bagaimana teknis pelaksanaannya nanti.

"Tugas kita adalah inventarisasi terkait sapi yang mati akan mendapatkan ganti. Kami belum berani menyampaikan ke masyarakat, nanti akan ada keputusan (pemerintah) pusat, ada keputusan bersama melui Menko," terang Ketua Satgas Penanganan PMK Kabupaten Malang ini.

Sebagai informasi, berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini jumlah sapi di Kabupaten Malang yang terkonfirmasi wabah PMK kurang lebih sebanyak 14.000 ekor. Menurut Didik, kematiannya mencapai 825 ekor.

Selain hal tersebut, Pemkab Malang juga tengah fokus melakukan vaksinasi dalam upaya penanganan PMK ini. Informasi yang dihimpun, belum lama ini Kabupaten Malang telah mendapat jatah vaksin PMK sebanyak 57.500 dosis. Vaksin tersebut disalurkan melalui koperasi-koperasi yang secara langsung menaungi ternak sapi di setiap kecamatan Kabupaten Malang.

Sementara itu, dikutip dari berbagai media, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa  pemerintah akan menyiapkan dana ganti rugi atas sapi-sapi peternak yang dimusnahkan, karena penyakit mulut dan kuku (PMK), sebesar Rp 10 juta per satu ekor sapi.

"Terkait dengan pergantian, terutama terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM itu sebesar Rp 10 juta per sapi," ujar Menko Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru