Kiprah Tagana Kota Malang: Tangani Bencana Alam dan Non Alam hingga Pendataan PPKS

Jun 25, 2022 19:39
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Malang saat melakukan pendataan masyarakat yang terkena bencana alam beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Tagana Kota Malang for JatimTIMES)
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Malang saat melakukan pendataan masyarakat yang terkena bencana alam beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Tagana Kota Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Selama berlangsungnya pandemi Covid-19 sejak awal 2020 hingga 2022 ini, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Malang merupakan salah satu elemen yang konsisten dalam penanganan pandemi Covid-19 atau bencana non alam di Kota Malang. 

Wakil Koordinator Tagana Kota Malang Prayitno mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020 pihaknya telah berkontribusi dalam mencegah persebaran Covid-19. Yakni dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah warga maupun kantor instansi pemerintahan. 

"Itu sudah ratusan bahkan ribuan selama dua tahun pandemi Covid-19 kita berkeliling ya. Baik di tempat masyarakat maupun di instansi yang membutuhkan kita agar melakukan desinfektan," ungkap Prayitno kepada JatimTIMES.com, Sabtu (25/6/2022). 

Kemudian, ketika terjadi bencana alam, Tagana Kota Malang terus berkomitmen dan menjadi salah satu garda terdepan penanganan bencana dengan melakukan advokasi kepada warga terdampak bencana alam. 

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemetaan pada kawasan yang terdampak bencana alam. Jika setelah dilakukan pemetaan ditetapkan bahwa bencana alam tersebut berskala besar, Tagana Kota Malang langsung mendirikan dapur umum. 

Di mana dapur umum tersebut berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pasokan makanan dan minuman bagi warga terdampak bencana, serta relawan yang telah membantu proses evakuasi ketika bencana terjadi. Pasalnya, pendirian dapur umum memang salah satu spesialisasi Tagana dalam proses penanganan bencana alam. 

Pendataan.

Untuk penyaluran bantuan tepat sasaran, Tagana Kota Malang juga membantu pemerintah terkait pendataan sesuai nama dan alamat korban bencana alam. Selain pendataan nama dan alamat, data yang dikumpulkan oleh Tagana Kota Malang juga berupa data kerusakan, kerugian korban, hingga kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban. Hal itu dilakukan agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih atau mungkin salah sasaran. 

Termasuk peristiwa bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika hujan deras melanda Kota Malang dan menyebabkan volume air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas semakin meninggi, menyebabkan 11 rumah di kawasan Jalan Muharto, Kota Malang ambrol. 

Mulai dari penanganan bencana alam maupun bencana non alam seperti pandemi Covid-19 telah berhasil dilakukan oleh Tagana Kota Malang. Kemudian, Tagana Kota Malang mulai pekan ini juga dilibatkan dalam pendataan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berbasis aplikasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

Menurutnya, untuk pendataan PPKS sebanyak 26 jenis ini, bagi Tagana Kota Malang bukanlah hal yang baru. Namun, pihaknya saat ini sambil berjalan sedang melakukan sosialisasi dan edukasi kepada anggota Tagana Kota Malang untuk pendataan berbasis aplikasi. 

"Cuma ini lewat aplikasi, kita edukasi ke kawan-kawan bagaimana pengisian aplikasi yang benar itu bagaimana. Tentunya ini nanti hubungannya jaringan stabil dan menunjang atau tidak, karena ini akan berhubungan dalam pengiriman data melalui aplikasi," pungkas Prayitno. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru