Pencairan Bantuan Darurat Wabah PMK Terhambat Inmendagri, Pemkab Malang Minta Kemendagri Ubah Aturan

Jun 25, 2022 16:03
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berharap kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengubah Inmendagri 31 tahun 2022. Hal tersebut lantaran Inmendagri tersebut dinilai menghambat rencana Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengalokasikan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto, seharusnya anggaran BTT memang bisa digunakan sewaktu-waktu. Terlebih untuk kondisi kegawatdaruratan. Namun ternyata, dengan Inmendagri tersebut pengalokasian BTT tetap harus dimasukkan ke dalam program organisasi perangkat daerah (OPD).

"Nah kalau begitu (dilekatkan program OPD) jadi agak susah," ujar Didik

Rencananya, hal tersebut akan dibahas dalam rakor yang dilakukan Pemkab Malang dengan Kemendagri. Tujuannya, Kemendagri bisa melakukan perubahan pada Inmendagri tersebut. Sehingga Pemkab Malang bisa segera mengalokasikan BTT untuk penanganan PMK.

"Hari ini kita rakor (rapat koordinasi) lagi dengan Kemendagri, supaya banyak yang mendorong agar segera ada perubahan. Besar harapan kami bisa terselesaikan agar Pemda segera bisa berbuat, jadi memang terhambat Immendagri ini," terang pria yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan PMK Kabupaten Malang ini.

Ia tidak menargetkan kapan BTT tersebut akan direalisasikan. Namun, dirinya hanya bisa memastikan bahwa jika Inmendagri tersebut jadi dilakukan perubahan, maka hampir dapat dipastikan pencairan BTT akan bisa dilakukan dalam waktu sekitar 1 minggu.

"Targetnya, mungkin bisa satu minggu kalau misalnya jadi ada perubahan Inmendagri itu," imbuh Didik.

Hal tersebut setidaknya masih terus dilakukan upaya percepatan. Sebab juga mengingat jumlah ternak yang terpapar PMK juga semakin bertambah. Dari catatannya, hingga saat ini ada sekitar 14.000 ternak yang terkonfirmasi PMK. Dengan jumlah populasi mencapai 350.000 ekor sapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru