BNPT: ASN Rentan Terpapar Radikalisme, Wali Kota Sutiaji Segera Gelar Kegiatan Pencegahan Radikalisme

Jun 25, 2022 09:38
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media di sela-sela kegiatannya di Kedungkandang, Jumat (24/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media di sela-sela kegiatannya di Kedungkandang, Jumat (24/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk dalam kategori kelompok yang rentan terpapar radikalisme. 

Pihaknya menyampaikan, BNPT telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI dalam membuat platform pengaduan online ketika terdapat ASN yang terpapar radikalisme. 

Boy pun mencontohkan, misalnya ketika terdapat guru yang mengajarkan paham-paham tidak perlu hormat kepada bendera merah putih, tidak perlu mengucapkan Pancasila, serta anti nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, maka dapat diadukan melalui platform online yang telah disediakan. 

Jenderal polisi dengan tiga bintang di pundaknya ini juga menegaskan bahwa pimpinan lembaga memiliki tanggungjawab atas nama konstitusi untuk tidak membiarkan penyebaran ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara. 

Maka dari itu, BNPT juga telah melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah ibadah yang mengarah kepada ideologi bertentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, dalam pantauan BNPT terdapat rumah-rumah ibadah di lingkungan pemerintahan digunakan untuk menyebarkan propaganda paham radikal.

Merespons pernyataan resmi dari Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar terkait ASN yang masuk dalam kategori kelompok rentan terpapar radikalisme, Wali Kota Malang Sutiaji beberapa hari kedepan akan segera menggelar kegiatan pencegahan paham radikal. 

"Tanggal 27 (Juni) kita akan melakukan giat ini (pencegahan pemahaman radikal), untuk tokoh masyarakat dan ASN supaya tidak terpapar paham radikal," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Disinggung mengenai apakah terdapat ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang terindikasi terpapar paham radikal dan bertentangan dengan ideologi negara, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini secara tegas membantah terkait hal tersebut. 

"Nggak ada, insya allah nggak ada (ASN yang terpapar paham radikal)," tegas Sutiaji yang hobi berolahraga bulutangkis dan bersepeda ini. 

Lebih lanjut, kedepan Pemkot Malang akan terus menggelar kegiatan-kegiatan secara rutin untuk membentangi para ASN agar terhindar dari paham radikal yang bertentangan dengan ideologi negara. 

"Terus kita lakukan (kegiatan rutin pencegahan paham radikal), di Undang-Undang ASN kan sudah jelas, insya allah tidak ada (ASN yang terpapar paham radikal)," pungkas Sutiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru