Total 1.384 Ekor Sapi di Kota Batu Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Tersebar di 12 Desa-Kelurahan

Jun 21, 2022 18:54
Hewan ternak sapi di kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Hewan ternak sapi di kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Sudah 1.384 ekor hewan ternak sapi terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Batu. Jumlah itu sudah menyebar di 12 titik atau desa/kelurahan.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu menyebutkan, dari 1.384 ekor sapi yang terdampak. 32  di antaranya mati, 188 dinyatakan sembuh, dan 57 ekor sapi tepaksa dilakukan potong paksa.

“Ke-12 titik itu tersebar di tiga kecamatan Kota Batu,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala DPKP Kota Batu Sugeng Pramono.

 Sapi terbanyak terdampak PMK ada di Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Di dua kecamatan itu tersebar di lima desa. Sementara di Kecamatan Batu hanya dua desa/kelurahan.

Di Kecamatan Bumiaji, PMK terjadi antara lain di Desa Sumbergondo. Di sana terdapat 190 ekor sapi positif PMK. Sedangkan angka kematian 7 ekor dan kesembuhan mencapai 119 ekor.

Kemudian ada di Desa Giripurno. Di sini terdapat 84 ekor sapi sakit PMK. Namun hanya 1 ekor yang mati dan yang dinyatakan sembuh 7 ekor sapi.

Di Desa Bulukerto, 47 ekor mengalami sakit tanpa angka kesembuhan dan kematian. Lalu ada juga di Desa Bumiaji, yakni 18 ekor  sakit tanpa angka kematian dan kesembuhan. Selanjutnya di Desa Tulungrejo, terdapat 4 ekor yang sakit PMK. Namun hingga saat ini nihil angka kematian dan kesembuhan.

Di Kecamatan Junrejo, PMK  terbanyak ada di Desa Tlekung, yaitu  ada 355 ekor sakit PMK. Didapati kematian 2 ekor dan nihil kesembuhan.

Lalu di Desa Junrejo terdapat 234 ekor sapi sakit PMK. Angka kematian sudah mencapai 21 ekor dengan kesembuhan 51 ekor.

Lainnya ada di Desa Beji yang mencaoai  87 ekor terjangkit PMK.  Namun, yang berhasil sembuh 11 ekor dan nihil kematian.

Di KelurahanDadaprejo, yang terjangkit PMK 6 ekor. Namun tidak ada kematian dan kesembuhan.

Dan di  Desa Mojorejo, yang terjangkit PMK sejumlah 10 ekor sapi dengan nihil kesembuhan dan kematian.

Sementara di Kecamatan Batu, di Desa Oro-Oro Ombo sebanyak 432 ekor terjangkit PMK. Tapi nihil kesembuhan dan kematian. 

Di Desa Sumberejo terdapat 6 ekor terjangkit PMK. Hingga saat ini tidak ada kematian dan kesembuhan.

Hingga saat ini para peternak disarankan untuk memanfaatakn cairan eco Elenzyme yang dirasa ampuh mengatasi PMK. Sebab hal ini sudah terbukti pada hewan-ternak yang sakit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kampoeng kajoetangan heritageKapolres Sampang AKBP ArmanLeny SuryaniKota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru