Wali Kota Sutiaji Tegaskan PMK Hewan Ternak Tidak Menular ke Manusia

Jun 21, 2022 09:13
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Ketua DMI Kota Malang Kasuwi Syaiban (kanan) usai melakukan rapat koordinasi penyembelihan hewan kurban di Ruang Sidang Balaikota Malang, Senin (20/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Ketua DMI Kota Malang Kasuwi Syaiban (kanan) usai melakukan rapat koordinasi penyembelihan hewan kurban di Ruang Sidang Balaikota Malang, Senin (20/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji secara tegas menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Malang bahwa Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak utamanya sapi tidak berbahaya dan tidak menular kepada manusia. 

"Kami akan menjelaskan kepada masyarakat bahwa daging sapi yang seandainya terkena (PMK) itu tidak akan berefek pada kesehatan, PMK ini tidak memiliki korelasi penyakit pada manusia," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Pasalnya, PMK yang menyerang hewan ternak sapi bukan masuk dalam kategori penyakit zoonosis atau dapat menularkan penyakit dari hewan ke manusia. Maka dari itu, Sutiaji menegaskan bahwa jika seandainya terdapat sapi yang mengalami gejala PMK, daging sapi masih aman untuk dikonsumsi. 

Kemudian, melalui rapat koordinasi penyembelihan hewan kurban dengan mengundang jajaran pengurus dan anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, serta para tokoh agama lainnya, Sutiaji tetap menekankan agar semua pihak terus bersama-sama melakukan pencegahan persebaran PMK pada hewan ternak.

Terlebih lagi, pencegahan akan lebih condong pada hewan ternak yang berasal dari luar Kota Malang. Setiap hewan ternak utamanya sapi yang masuk ke Kota Malang harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). 

Di mana kebijakan penyertaan SKKH pada setiap hewan ternak dari luar Kota Malang merupakan implementasi Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menuturkan, jika masyarakat khawatir ketika hewan ternak diserahkan ke takmir masjid di lingkungan rumah sekitar nantinya dapat mati, maka Pemkot Malang juga telah membuka Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang untuk tempat penitipan. 

"Di RPH nanti ada penitipan dan tidak ada biaya, sehingga kalau di RPH ada yang mengontrol secara massal. Tapi sesungguhnya lebih enak di masing-masing, supaya lebih tidak tertular. Kalau dititipkan di massal itu memang rawan tertular," terang Sutiaji. 

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh takmir masjid ataupun panitia tempat-tempat penyembelihan hewan kurban agar tidak membatasi maupun melakukan penolakan penerimaan hewan kurban dari masyarakat. 

Sementara itu, senada dengan Sutiaji, Ketua DMI Kota Malang Kasuwi Syabain juga mengimbau kepada seluruh takmir masjid dan panitia penyembelihan hewan kurban agar tidak menolak hewan kurban dari masyarakat yang akan berkurban di momentum Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. 

"Saya akan mengimbau kepada seluruh takmir masjid untuk tidak menolak. Bayangkan mereka sudah terlanjur setiap tahun mengharap dari tempat-tempat (penyembelihan hewan kurban) itu, kemudian tidak ada," ujar Syabain. 

Pihaknya juga menyampaikan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dari masyarakat maupun panitia penyembelihan hewan kurban. Pasalnya ahli kesehatan hewan sudah menyatakan bahwa PMK pada hewan ternak sapi tidak dapat menular ke manusia. 

"Edaran Fatwa MUI saya kira sudah jelas untuk kriteria mana yang boleh dan mana yang tidak boleh untuk disembelih. Jadi kalau hanya sekadar gejala ringan itu masih diperkenankan untuk dilanjutkan. Baru kalau hewan itu sakitnya benar-benar parah, barangkali itu yang tidak bisa," tandas Syabain. 

Sebagai informasi, dari hasil rekapan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mulai tanggal 11 Mei hingga 20 Juni 2022, terdapat total 296 sapi yang terjangkit PMK. Dari total tersebut, sebanyak 1 sapi mati, 135 sapi dilakukan pemotongan paksa, 96 sapi sembuh dan 64 sapi masih dalam pengobatan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batuLeny SuryaniHewan Kurban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru