Kawasan Kayutangan Heritage Mendapat Apresiasi Pemerintah Pusat hingga World Bank

Jun 18, 2022 09:33
Wali Kota Malang Sutiaji ketika berbincang dengan Country Director World Bank for Indonesia and Timor Leste Satu Kristiina Jyrintytar Kahkonen di Kayutangan Heritage, Jumat (17/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji ketika berbincang dengan Country Director World Bank for Indonesia and Timor Leste Satu Kristiina Jyrintytar Kahkonen di Kayutangan Heritage, Jumat (17/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama seluruh masyarakat Kota Malang, khususnya masyarakat di sekitar kawasan Kayutangan Heritage turut berbangga atas perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat hingga World Bank atau Bank Dunia. 

Pasalnya, beberapa unsur instansi nasional hingga internasional telah hadir dan menyaksikan penataan kawasan Kayutangan Heritage secara langsung. 

Di antaranya Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Wahyu J Kusuma, Direktur Perumahan dan Kawasan Permukiman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Tri Dewi Virgiyanti, lalu Country Director World Bank for Indonesia and Timor Leste Satu Kristiina Jyrintytar Kahkonen.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Malang Sutiaji hadir secara langsung untuk menunjukkan beberapa titik di kawasan Kayutangan Heritage, dengan didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu. 

Foto bersama.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Kementerian PUPR RI, Bappenas RI dan World Bank tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan konsep penataan kawasan Kayutangan Heritage. Di mana dulunya, sebelum tahun 2020 kawasan Kayutangan Heritage masih belum terkonsep dengan rapi seperti sekarang ini. 

Lalu, menuju akhir tahun 2020, Kementerian PUPR RI melakukan penataan kawasan dalam Kayutangan Heritage melalui Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh dengan anggaran sekitar Rp 23 Miliar. 

Sementara itu, selain peninjauan di kawasan Kayutangan Heritage juga dilakukan peninjauan di beberapa titik yang termasuk dalam penataan kawasan kumuh melalui Program Kotaku dari Kementerian PUPR RI berkolaborasi dengan pemerintah daerah. 

"Itu mengecek secara langsung dana yang sudah dikucurkan (melalui Program Kotaku) di tiga titik. Ada di Polehan, Sukoharjo dan di Kayutangan," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Wali Kota Malang Sutiaji di Kayutangan Heritage.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang ini menuturkan, Program Kotaku di Kota Malang sendiri merupakan wujud kolaborasi dari Kementerian PUPR RI dengan Pemkot Malang dalam melakukan penataan kawasan kumuh yang ada di Kota Malang. 

Selain itu, melalui Program Kotaku juga diharapkan dapat mendorong dan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan khususnya di bidang infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. 

"Kota Tanpa Kumuh itu melalui BKM. Itu dicek benar nggak seh (mindset masyarakat berubah), alhamdulillah mindset masyarakat telah terbangun dengan baik. Terus manfaatnya bisa dirasakan," tandas Sutiaji. 

Mindset atau pola pikir masyarakat yang terbangun dengan baik tersebut terlihat pada gang-gang sempit padat penduduk di dalam kawasan Kayutangan Heritage yang sudah tampak rapi dan bersih. 

Masyarakat juga akhirnya terpacu untuk menunjukkan kreativitas dalam melakukan penataan kediamannya masing-masing agar menonjol dengan nuansa heritage. Hal itu terlihat pada rumah-rumah masyarakat yang masih dijaga keasliannya hingga banyaknya mural untuk swafoto wisatawan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kayutangan HeritageKawasan Kayutangan HeritageProgram KOTAKUKota MalangWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru