Ternyata Ini Alasan Samaview Dibangun di Karangploso, Pengembang: Proses Perizinan Hanya Seminggu

Jun 17, 2022 21:45
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama CEO Indo Jaya Property Grace Tagore. (Foto: Amin/ MalangTIMES).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama CEO Indo Jaya Property Grace Tagore. (Foto: Amin/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Proyek hunian berkualitas hotel bintang 5, Samaview Residence telah resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan Groundbreaking yang digelar pada Jumat (17/6/2022). Proyek tersebut berada di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. 

CEO PT Indo Jaya Property, Grace Tagore selaku pengembang proyek ini ternyata punya beberapa alasan kenapa pihaknya melirik Desa Tawangargo sebagai tempat berinvestasi. Menurut Grace, selain kondisi geografis dengan panorama yang menarik, mudahnya akses juga menjadi salah satu alasannya. 

"Seperti yang bisa kita lihat sendiri, view luar biasa bagus, akses luar biasa gampang. Kita keluar Exit Tol Singosari, lurus ndak pakai belok-belok tinggal lempeng. Lalu belok kanan 600 meter sudah sampai," ujar Grace. 

Selain itu menurutnya, panorama yang disuguhkan di Desa Tawangargo sangat alami. Apalagi, tak jauh dari lokasi Samaview, juga terdapat UB Forest. Dimana dirinya menilai bahwa hal tersebut juga bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk bisa datang ke Samaview. 

"Lalu pemandangan di sini, tidak akan menjadi pemandangan yang banyak rumah rumah. Apalagi ada UB Forest, yang 600 hektare, seperti penghijauan atau fresh air sepanjang waktu akan kita dapat," terang Grace. 

Selain potensi-potensi tersebut, alasan dia melirik Kabupaten Malang untuk berinvestasi adalah kemudahan proses perizinan. Bahkan menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sangat kooperatif bagi investor seperti dirinya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sesaat setelah groundbreaking.(Foto: Amin/MalangTIMES).

"Kemudahan perizinan sangat impressive. Mereka (Pemkab Malang) responsif banget. Mereka cepet banget, mempermudah, tidak mempersulit sama sekali. Cepet banget sekitar 1 minggu. Begitu dokumen komplit semingguan jadi," tegas Grace.

Di sisi lain, dirinya menilai bahwa Desa Tawangargo juga memiliki lokasi yang pas untuk terus dikembangkan. Salah satunya, karena wilayahnya yang berdekatan dengan Kota Batu. 

Menurutnya, hal tersebut bisa memecah konsentrasi atau kepadatan bagi masyarakat yang berkunjung ke Malang Raya pada waktu-waktu tertentu. Bahkan dari pantauannya, saat weekend tiba, jika ingin berkunjung ke Malang, dirinya menilai cukup sulit untuk menemukan hunian yang cocok. 

"Batu itu luar biasa menarik wisatawan. Kita kalau ke Batu saat weekend mau cari hunian itu susah banget. Jumat Sabtu Minggu gak bisa dapat. Jadi masih perlu hunian di sekitarnya. Jadi seperti yang disampaikan Bu Khofifah, memecah konsentrasi, mengembangkan lahan kan sangat baik," jelas Grace

Tak main-main, pada proyek yang ia rencanakan rampung dalam waktu kurang lebih 5 tahun tersebut, nilai investasi yang ia tanamkan kurang lebih sekitar Rp 600 miliar. Rencananya, pada dua tahun pertama akan dibangun apartemen terlebih dahulu. Yang kemudian akan dilanjutkan pembangunan hotel. 

"Target sekitar 2 tahun apartemen nanti akan ada hotel, secara keseluruhan 4-5 tahun. Investasinya sekitar Rp 600 Milyar," pungkas Grace. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hotel bintang empatkoruptor kabupaten malanginvestasi Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru