Polisi Beberkan Kronologis Pengeroyokan di Kota Malang, Dipicu Uang Tiket Arema vs Persik

Jun 17, 2022 18:07
Tangkapan video viral saat para terduga pelaku melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap pemuda di Jalan S Supriyadi, Kota Malang, Rabu (15/6/2022) malam. (Foto: Istimewa)
Tangkapan video viral saat para terduga pelaku melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap pemuda di Jalan S Supriyadi, Kota Malang, Rabu (15/6/2022) malam. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Pihak kepolisian membeberkan kronologis pemukulan serta pengeroyokan yang terjadi di kawasan Jalan S Supriyadi, Kota Malang. Di mana kejadian tersebut diketahui setelah adanya dua video viral berdurasi masing-masing 30 detik yang diunggah oleh akun twitter @Brodin42749544 pada hari Rabu (15/6/2022) malam sekitar pukul 18.34 WIB.

Kapolsek Sukun Kompol Nyoto Gelar menjelaskan, terjadinya pemukulan dan pengeroyokan kepada korban berinisial DU warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang tersebut bermula ketika korban berjualan tiket pertandingan Arema FC vs Persik Kediri, Rabu (15/6/2022).

"Lalu (terduga) pelaku melintas dan tanya, ada tiket untuk dijual a? Korban bilang ada 24 (tiket). Iya wes tak dol no, ya sudah silahkan yang 12 kamu yang jual, untuk 12 sisanya saya yang jual. Akhirnya muncul kesepakatan pengambilan uang setelah dijualkan itu," jelas Nyoto kepada JatimTIMES.com, Jumat (17/6/2022).

Kemudian, setelah waktu salat magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, korban mendatangi terduga pelaku di kawasan Jalan S Supriyadi, Kota Malang. Kedatangan korban tersebut bermaksud untuk mengambil uang hasil penjualan tiket pertandingan Arema FC vs Persik Kediri.

"Terus tanya mana uang karcisnya, akhirnya dijawab sebentar nggak usah cepat-cepat, masih jam berapa sih ini. Korban ngomong soalnya ini sudah waktunya setor ke bos. Merasa tersinggung, akhirnya pelaku mukul korban itu," terang Nyoto.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menuturkan, antara korban dan dua terduga pelaku bukan teman, tetapi hanya sekadar kenal. Dan yang perlu diperhatikan, ketiga orang ini sama-sama dalam kondisi pengaruh minuman keras (miras) atau dalam kondisi mabuk.

"Dia (korban) tidak melakukan perlawanan, karena pada waktu itu dia nggak siap tiba-tiba dipukul dan roboh di tengah jalan," tutur Nyoto.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai informasi yang beredar bahwa korban dipukuli dan dikeroyok dikarenakan setelah makan di warung bubur di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tidak membayar malah menantang-nantang warga disekitar, Nyoto tidak membenarkan informasi tersebut.

"Dalam pemeriksaan korban nggak makan, lah dia mengendarai motor. Ya kalau menuruti orang dan tidak tahu sebenarnya ya bias kemana-mana," pungkas Nyoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus pengeroyokan di Malangberita pengeroyokan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru