Jadi Peserta JKN Sejak 2014, Pria Ini Beruntung Dapatkan Layanan Kesehatan Maksimal

Jun 17, 2022 17:05
Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan yakni Nedi Putra Arja Wiradi (53). (Foto: Humas BPJS Kesehatan Cabang Malang)
Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan yakni Nedi Putra Arja Wiradi (53). (Foto: Humas BPJS Kesehatan Cabang Malang)

JATIMTIMES - Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yakni Nedi Putra Arja Wiradi menceritakan pengalamannya menjadi peserta Program JKN sejak tahun 2014. 

Nedi mengatakan, dirinya terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1 sejak tahun 2014. Mulanya, Nedi mendaftar sebagai peserta Program JKN bertujuan untuk gotong-royong membantu peserta JKN lain yang sedang sakit. 

Jadi, sejak tahun 2014 Nedi telah membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin tiap bulan. Namun, seiring berjalannya waktu, pada September 2019, Nedi telah didiagnosis sakit gagal ginjal. 

"Awalnya saya sering merasa seperti lemah, letih, lesu, akhirnya saya periksa dan cek lab, kemudian disampaikan oleh dokter saya sakit ginjal. Sebenarnya saya telat menyadari sakit ini," ungkap Nedi dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Jumat (17/6/2022). 

Berdasarkan indikasi medis, Nedi mengaku dirinya telah menderita sakit ginjal kronis. Sehingga perlu menjalani serangkaian tindakan medis, seperti melakukan Hemodialisa (HD) dua kali dalam seminggu. 

Nedi menyampaikan, selama dirinya sakit, dirinya tidak patah semangat. Ia selalu meyakini dapat menghadapi penyakit yang diderita untuk menjalankan aktivitas seperti sedia kala. 

"Intinya kita harus tetap berikhtiar dan yakin kepada yang di Atas, dengan rutin menjalani cuci darah, Alhamdulillah saya tetap bisa menjalankan aktivitas saya sebagai jurnalis," ujar Nedi yang berprofesi sebagai jurnalis ini. 

Ketika dalam kondisi sakit ginjal kronis tersebut, Nedi bersyukur telah menjadi peserta Program JKN. Pasalnya, Nedi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pengobatan yang dijalani, seperti cuci darah secara rutin. 

Lebih lanjut, Nedi juga mengajak seluruh penduduk Indonesia yang belum memiliki kartu JKN untuk segera mendaftar menjadi peserta Program JKN. Karena selain wajib untuk seluruh penduduk Indonesia, menjadi peserta Program JKN juga merupakan tindakan preventif untuk penanganan kesehatan. 

"Alhamdulillah, kalau tidak ada JKN sudah habis banyak pasti karena cuci darah kan mahal. Terima kasih BPJS Kesehatan. Saya berharap bagi yang belum punya JKN-KIS bisa segera mendaftar," pungkas Nedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BPJS Kesehatanperguruan tinggi terbaik singapuraManfaat BPJS Kesehatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru