6 Bulan DBD di Kota Batu Mencapai 53 Kasus

Jun 15, 2022 22:33
Nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue. (Foto: pinterest)
Nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue. (Foto: pinterest)

JATIMTIMES - Bagi warga Kota Batu diminta untuk waspada dengan adanya Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab hingga pertengahan bulan Juni ini sudah terdapat 53 kasus.

Dari 53 kasus itu tersebar di tiga kecamatan di Kota Batu. Rinciannya, tertinggi di Kecamatan Batu sebanyak 23 kasus. Selanjutnya Kecamatan Bumiaji sejumlah 18 kasus dan Kecamatan Junrejo terendah dengan 12 kasus.

“Untuk Dengue Shock Syndrome (DSS) atau komplikasi infeksi DBD yang memiliki tingkat kematian yang tinggi mencapai 2 kasus dan demam dengue (DD) mencapai 115 kasus,” kata Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati.

Sementara untuk DD tertinggi di Kecamatan Batu ada 46 kasus. Lalu Kecamatan Bumiaji 44 kasus dan Kecamatan Junrejo ada 25 kasus.

Untuk meminimalisir kasus DBD, Dinas Kesehatan Kota Batu meningkatkan koordinasi dengan contact person rumah sakit. Dengan demikian data kasus DBD maupun DD dapat segera disampaikan ke Dinkes untuk selanjutkan dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Dengan melalukan PE ini untuk memutus rantai penyebaran kasus DBD dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” tambah Susan.

Susan pun menghimbau kepada warga untuk untuk aktif dalam melakukan PSN. PSN ini dengan cara menguras genangan air dan menutup tempat air yang bisa menjadi sarang nyamuk.

“Untuk menghindari terkena DBD, supaya aktif lakukan PSN serentak,” imbau Sudan. Dengan dilakukannya PSN, upaya pencegahan serangan wabah DBD ini bisa ditekan karena mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty yang berbahaya.

Susan juga berpesan agar membersihkan tempat potensial sarang nyamuk sebanyak seminggu sekali. “Dengan begitu, tempat-tempat tersebut bisa bebas dari jentik nyamuk,” ujar Susan.

Menurut Susan, jika warga bisa melakukan dengan rutin, maka kemungkinan serangan DBD bisa ditekan. Upaya lainnya yang dilakukan juga Puskesmas secara berkala juga melakukan pemantauan jentik bersama kader jumantik di tiap Desa/Kelurahan se Kota Batu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Demam Berdarah (DBD)dbd kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru