Melihat Cara Warga Perumahan Elit Jaga Kesehatan

Jun 14, 2022 17:31
Salah satu warga saat memeriksakan anaknya di posyandu (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Salah satu warga saat memeriksakan anaknya di posyandu (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sadar kesehatan tidak mudah dilakukan, apalagi di lingkungan perumahan elit yang warganya dikenal individualis. Karena bagi warga perumahan elit, ada gengsi untuk mendapatkan layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Namun prasangka itu tidak berlaku bagi warga perumahan elit Permata Jingga, RW 06 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Di sana, warga yang mayoritas memiliki ekonomi menengah atas ini mengikuti layanan kesehatan di Posyandu.

Posyandu yang dilakukan setiap bulan pada selasa pekan kedua secara rutin digelar. Di situ, posyandu tidak hanya diikuti balita, melainkan juga ibu hamil, remaja menjelang menikah, dan lansia.

“Sejak 2018, kegiatan Posyandu rutin digelar. Hanya pada pandemi selama dua tahun absen, karena menghindari penularan covid,” kata Ketua Posyandu Raflesia, Perum Permata Jingga, RW 06 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dr Astri Proborini, pada kegiatan Posyandu di Perum Permata Jingga, Kota Malang, Selasa (14/6/2022).

Posyandu sendiri menurut Rini (sapaan akrab dr Astri Proborini) untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat. Hal itu selain melalui pemeriksaan secara langsung juga melalui edukasi. Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dalam hal ini Puskesmas akan bertindak.

Bagi remaja perempuan yang akan menikah, juga perlu diperiksa apakah benar-benar sehat sehingga tidak berpotensi melahirkan anak yang stunting. Edukasi juga diperlukan bagi mereka agar saat menikah menjadi pasangan yang harmonis.

“Ibu hamil juga perlu diedukasi agar lancar dalam persalinan dan melahirkan anak yang sehat, terutama menghindarkan stunting,” kata Rini.

Secara umum, kegiatan Posyandu meliputi pemberian makanan tambahan bagi balita, penimbangan, pemberian imunisasi lengkap hingga pemberian vitamin A. Untuk mereka yang berumur 16 tahun ke atas, terutama lansia, dilakukan pemeriksaan gula darah.

Kehadiran Posyandu di lingkungan perumahan elit, kata dia, tetap diperlukan karena tidak semua orang tua memahami pola pengasuhan anak dengan baik dan benar. Ada juga kendala terkait pola pengasuhan anak karena orang tua bekerja sehingga diserahkan ke pembantu.

“Setidaknya kegiatan Posyandu dapat mengingatkan orang tua terkait penanganan pada aspek kesehatan,” lanjut Rini.

Perangkat kesehatan saat menyuntikkan imunisasi pada balita (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Seperti kasus anak sulit makan dan makanannya pilih-pilih dan justru kurang sehat, kata Rini, maka petugas mempunyai teknik yang baik untuk dapat diterapkan dalam mendorong balita memiliki nafsu makan. Juga diedukasi menu yang sehat, namun tetap disukai anak.

“Alhamdulillah, ibu-ibu antusias. Tingkat kehadiran balita yang totalnya sebanyak 75 anak mencapai 50 persen, sedangkan lansia 20 persen,” ujar Rini.

Disisi lain, Ketua Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Mojolongu, Linda Hariani, mengapreasi kegiatan Posyandu yang dilakukan warga Perum Permata Jingga. Selain ditangani kader-kader kompeten, bahkan ada yang dari tenaga kesehatan, penyelenggaraan Posyandu di kawasan permukiman elit patut mendapatkan acungan jempol.

“Setahu saya, selain Perum Permata Jingga, belum ada warga di perumahan elit lain di wilayah yang warganya menyelenggarakan kegiatan Posyandu,” ucap Linda.

Sementara itu, Ketua PKK RW 06 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Ny Yoga Adhinata, menegaskan kegiatan Posyandu ini bentuk komitmen warga untuk menjaga kesehatan warga secara bersama dan gotong-royong. Karena melalui kegiatan gotong-royong di bidang kesehatan dapat mengatasi masalah kesehatan dengan berswadaya, secara mandiri.

“Dengan sehatnya warga, maka akan dapat menjaga produktivitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, dan lainnya,” kata Ny Yoga.

Ditempat yang sama, salah warga Perumahan Permata Jingga yang sedang memeriksakan anaknya, Erlinda mengaku posyandu di lingkungan sangat membantu masyarakat. Karena pihaknya dapat mengetahui perkembangan anak.

“Disini ada imunisasi kejar, kalau kurang (imunisasi) bisa langsung ke sini,” kata ibu dengan balita usia 31 bulan itu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
permata jingga malangpermata jingga

Berita Lainnya

Berita

Terbaru