Pemkot Malang Gerak Cepat Tangani PMK di Lesanpuro

Jun 11, 2022 19:43
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang saat melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap hewan ternak sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang saat melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap hewan ternak sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus bergerak cepat dalam menangani dan mengobati wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi di Kota Malang. 

Salah satu respons cepat ditunjukkan oleh petugas kesehatan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Yakni berdasarkan laporan masyarakat  Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, petugas kesehatan hewan ternak langsung mengecek dua titik lokasi peternakan di RW 06, Kelurahan Lesanpuro. 

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, Pemkot Malang melalui Dispangtan terus melakukan pencegahan serta percepatan penanganan dan pengobatan hewan ternak sapi yang terjangkit PMK. 

"Kami mengajak untuk bersinergi dan berkolaborasi membangun resilience peternakan agar dapat mengatasi wabah PMK ini," ungkap Sutiaji dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Sabtu (11/6/2022). 

Pihaknya menjelaskan, dua titik lokasi peternakan di RW 06, Kelurahan Lesanpuro terdapat sembilan ekor sapi yang diperiksa dan empat ekor sapi di antaranya diduga terjangkit PMK. Petugas kesehatan hewan ternak langsung melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi tersebut. 

Petugas.

Survei wabah PMK pada hewan ternak sapi tahap kedua di wilayah tersebut dilakukan pada 48 ekor sapi di 18 lokasi peternakan dan didapati sembilan ekor sapi suspek PMK. Berdasarkan laporan yang diperoleh, terdapat satu sapi berusia 2,5 tahun dengan gejala berat, yakni kuku hampir lepas. 

Selain itu juga diketahui terdapat satu ekor anak sapi berusia dua bulan yang mati. Menangani kasus PMK ini, tim kesehatan hewan ternak langsung melakukan pengobatan pada sapi suspek PMK di wilayah tersebut.

Dalam pengobatan tersebut, tim kesehatan hewan ternak juga melakukan penyuntikan berupa antibiotik long acting, analgesik, dan vitamin pada sapi yang terjangkit PMK. Selain vitamin, juga diberikan imun booster dan desinfektan. 

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang Anton Pramujiono menyampaikan agar masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi wabah PMK yang menyerang hewan ternak, khususnya pada sapi. 

Pasalnya, masyarakat masih tetap aman mengonsumsi daging sapi asalkan diolah dengan baik dan benar. Selain itu, juga harus dilakukan pengobatan secara tepat dan cepat.  Tidak lupa, Anton juga memberikan edukasi terhadap masyarakat agar melakukan desinfeksi ketika ditemukan penularan PMK pada hewan ternak. 

"Saya berharap agar ternak tetap menjaga kesehatan ternaknya, menjaga kebersihan kandang, dan menyemprot desinfektan. Menambah kekuatan atau stamina ternak dan tidak mendatangkan atau memasukkan ternak baru ke kandang yang bisa menularkan PMK," pungkas Anton. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pmk kota malangWalikota Malangdispangtan kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru