Peternak Kota Batu Atasi PMK Hewan dengan Eco Enzyme

Jun 11, 2022 18:41
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menuangkan Eco Enzyme. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menuangkan Eco Enzyme. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus mengalami peningkatan setiap harinya. Di tengah merambahnya kasus tersebut, cairan Eco Enzyme (EE) dinilai mampu menyembuhkan PMK pada hewan ternak sapi.

Dengan EE diyakini bisa mempercepat penyembuhan PMK pada hewan ternak sapi di Kota Batu. Meski belum ada penelitian secara empiris beberapa peternak di Kota Batu sudah menggunakan EE dan berhasil.

Bermula koordinator EE Kecamatan Junrejo Yayuk warga Desa Torongrejo mendapati hewan ternak sapi milik tetangganya sakit. 

“Saat itu belum ada istilah PMK,” ungkap Ketua Relawan Eco Enzyme Kota Batu, Gung Endah Tuti Rahayu.

Kemudian Yayuk menyarankan kepada tetanggamya untuk memberikan EE kepada sapi tersebut. Caranya dengan meminumkan EE dan menyemprotkan pada kandang tersebut.

“Setelah diberikan dan disemprot, alhamdulillah sapinya doyan makan lagi dan sembuh,” tambah Gung Endah Tuti Rahayu.

Bermula dari kejadian itu, saat ini beberapa peternak di Kota Batu sudah menggunakan cairan yang diproduksi dari buah afkir dan rempesan sayur ini untuk menyembuhkan PMK.

Bahkan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aries Setiawan untuk segera melakukan penelitian. Selanjutnya agar bisa didistribsuikan.

“Karena itu saya minta kepada Pak Aries agar betul-betul meneliti. Apakah membantu hal-hal tersebut, supaya bisa diformalkan dan segera bisa didistribusikan kepada petani,” ungkap Dewanti.

Mengapa EE dapat menyembuhkan hewan ternak sapi? Sebab EE sebagai cairan probiotik yang dapat meningkatkan daya cerna pakan sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan ternak.

Sedangkan Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organilk dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Eco Enzyme ini cairan multifungsi yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian dan peternakan.

Sementara itu hingga Senin (6/6/2022) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu mencatat sudah 32 sapi mati lantaran PMK. Lalu 1. 348 sapi dan kambing yang terjangkit PMK. Dan 258 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kampoeng kajoetangan heritageeco enzymePeternak Kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru