Tak Banyak yang Tahu, "Petani" Ternyata Adalah Singkatan, Dicetuskan Soekarno, Ini Kepanjangannya

Jun 11, 2022 09:48
Petani (Foto: The Balance)
Petani (Foto: The Balance)

JATIMTIMES - Petani merupakan profesi yang dilakoni orang dalam bentuk bercocok tanam. Mulai dari petani di sawah yang menanam padi, jagung hingga petani sayur dan buah.

Para petani sendiri berperan penting menjaga kebutuhan bahan makanan kita agar tetap terpenuhi. Para petani memanfaatkan tanah pertanian dengan menanam tanaman padi, buah-buahan, sayur-mayur, bunga, ataupun komoditi lainnya.

Selain itu, petani juga melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.

Namun, tak banyak yang tahu ternyata 'petani' ini adalah sebuah singkatan. Petani merupakan sebuah akronim dari 'Penyangga Tatanan Negara Indonesia'.

Makna singkatan itu diberikan langsung oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno dan disampaikannya pada tahun 1952. Sebutan itu tentu sangat membanggakan, apalagi yang menyematkannya adalah presiden pertama Indonesia.

Namun, menurut informasi lainnya yakni Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Suistiyono, mengatakan tidak tepat untuk mengatakan bahwa petani merupakan kata yang diciptakan Soekarno dari akronim penyangga tatanan negara.

Apa yang dikatakan oleh Soekarno di awal-awal 50-an mengenai kepanjangan petani itu adalah sebuah retorika untuk mengambil hati para petani. Seperti yang sudah jamak diketahui, Soekarno memang suka membuat akronim-akronim seperti Berdikari dari berdiri di atas kaki sendiri, Trikora dari Tri Komando Rakyat, Jasmerah dari jangan sampai melupakan sejarah, dan sebagainya.

Suhartono juga mengatakan bahwa Soekarno menyebut petani sebagai tiang bangsa. Tiang bangsa di sini bermakna, petani adalah penyangga perekonomian bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, hampir 70 persen masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani.

"Jadi kalau petani dikatakan penyangga ekonomi itu memang benar. Tapi itu dulu, kalau sekarang harus diteliti lagi, karena yang muda itu sekarang sudah enggak mau lagi bertani, mereka ingin jadi priyayi semua, kerja di kantor," kata Suhartono.

Dilansir melalui Sripoku, Soemarsaid Moertono, dalam bukunya yang berjudul State and Statecraft in Old Java menuliskan petani adalah penyangga supra-village.

Artinya, yaitu petanilah yang menyangga kehidupan di atas desa. Soal Soekarno yang menyebut petani adalah penyangga tatanan negara Indonesia, menurutnya hal itu tak bisa lepas dari kecerdasan Soekarno dalam berpolitik.

Soekarno paham betul, kaum tani punya kekuatan yang sangat besar. Karena sebenarnya kata petani sudah ada jauh sebelum Soekarno membuat akronim Penyangga Tatanan Negara Indonesia.

Kata petani sendiri berasal dari kata tani, yang merupakan bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta, kata tani berarti tanah yang ditanami.

Saat mendapat imbuhan 'pe' di depan, maka kata tani yang awalnya adalah kata benda akan menjadi subjek. Contoh saja pelaut yang berasal dari kata laut, mendapat imbuhan 'pe maknanya berubah menjadi orang yang bekerja di laut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
ProfesiPetaniSoekarno

Berita Lainnya

Berita

Terbaru