Satu Bulan, 265 Sapi di Kota Malang Terjangkit PMK

Jun 10, 2022 16:30
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Sri Winarni saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (9/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Sri Winarni saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (9/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sejak satu bulan lalu, wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) telah menyerang hewan ternak sapi di Kota Malang. Sejak 9 Mei hingga 9 Juni 2022 total sudah terdapat 265 hewan ternak sapi di Kota Malang yang terjangkit PMK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Sri Winarni mengatakan, Kota Malang dinyatakan sebagai daerah tertular PMK sejak terdapat satu sapi yang mati di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang dan telah dinyatakan positif PMK. 

"Dari total 265 kasus PMK itu, sebanyak 81 sembuh, 1 mati, 65 dipotong paksa, dan 118 dalam pengobatan," ungkap Sri Winarni kepada JatimTIMES.com.

Hingga 9 Juni 2022, sebaran dari total 265 kasus hewan ternak sapi yang terjangkit PMK terdapat di enam wilayah kelurahan yang ada di Kota Malang. Di antaranya, Kelurahan Ciptomulyo, Madyopuro, Lesanpuro, Purwantoro, Bunulrejo dan Pisangcandi. 

Menurutnya, PMK pada hewan ternak sapi dapat disembuhkan dengan cara penanganan serta pengobatan yang tepat. Hal itu terbukti, terdapat beberapa sapi di Kelurahan Purwantoro tepatnya di kawasan Jalan Sanan yang terjangkit PMK dan mengalami kondisi sangat parah. 

"Contohnya di Sanan ada (sapi terjangkit PMK) yang parah pun itu bisa sembuh. Artinya bahwa kasus PMK jika terjadi, ketika ada laporan kita tangani, kita obati," ujarnya. 

Maka, pihaknya juga mengimbau kepada para peternak sapi di Kota Malang agar memerhatikan kondisi hewan ternaknya. Jika menunjukkan gejala PMK, diimbau untuk segera melaporkan langsung kepada petugas Dispangtan Kota Malang atau melalui jajaran Babinsa maupun Babhinkamtibmas. 

Menurutnya, jika dalam mengatasi PMK dengan cara yang tepat dan cepat, maka sapi dapat disembuhkan. Pasalnya, hal itu juga telah dilakukan oleh petugas Dispangtan Kota Malang dalam melakukan penyembuhan terhadap sapi yang terjangkit PMK. 

"InsyaAllah kasus ini jika penanganannya tepat dan cepat pengobatannya juga kita lakukan, maka akan sembuh. Strategi yang kita lakukan adalah deteksi dini, supaya tidak menimbulkan kepanikan di peternak," terangnya. 

Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang agar tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Pasalnya, untuk PMK bukan merupakan jenis penyakit zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. 

Artinya, masyarakat tetap bisa dan aman dalam mengonsumsi daging sapi. Meskipun saat ini Kota Malang menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang masuk dalam kategori tertular PMK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
surveilans kesehatandispangtan kota malangdaerah tertular pmk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru