Realisasi Tol Malang-Kepanjen Masih Belum Dapat Dipastikan, Bocoran Terakhir Dimulai 2023

Jun 07, 2022 19:10
Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.(Foto: Riski Wiayanto/MalangTIMES).
Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.(Foto: Riski Wiayanto/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Rencana pembangunan ruas tol Malang-Kepanjen ternyata masih jauh dari kata realisasi. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto menyebut, sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda dilakukannya pembebasan lahan sebagai langkah awal merealisasikan rencana pembangunan tol ini.

Tomie mengatakan, meskipun sejumlah usulan dari Pemerintah Kabupaten Malang terkait rencana tersebut sudah terkirim ke Pemerintah Pusat, namun hingga saat ini masih tak kunjung ada kejelasan. 

"Persiapan pembebasan lahan sepenuhnya dari BUMN PP. Semua pembebasan juga di sana. Itu juga belum ada, belum sama sekali," ujar Tomie kepada JatimTIMES, belum lama ini. 

Salah satu usulan yang sudah terkirim adalah agar jaringan tol tersebut nantinya melewati wilayah Kabupaten Malang saja. Kendati demikian, Pemkab Malang masih menunggu kepastian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebagai penentu perubahan jalur. 

Selain itu, menurut Tomie juga ada perhitungan matematis soal nilai investasi dari Pemerintah Pusat jika merubah jaringan tol yang semula sempat dirancang dengan exit tol di Kedungkandang menjadi ke Kabupaten Malang.

"Pusat pasti akan berhitung soal investasi. Kalau exit kepada jalan arteri terlalu jauh, itu akan menjadi pertimbangan. Kalau dia hanya membangun tetapi tidak ada yang lewat exit tol itu, nanti malah menjadi biaya, tol akan merugi," terang Tomie. 

Sebelumnya, Bupati Malang HM. Sanusi mengusulkan agar pembangunan tol Malang-Kepanjen tidak melibatkan wilayah di Kota Malang. Hal tersebut, lantaran Bupati Malang telah menjamin jika di wilayah Kabupaten Malang, urusan pembebasan lahan akan lebih mudah. Sedangkan untuk di Kota Malang dinilai masih ada masalah yang cukup kompleks untuk pembebasan lahan. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza mengatakan bahwa dari konfirmasi yang dilakukan ke Kemen PUPR beberapa waktu lalu, pembangunan tol tersebut diprediksi paling cepat akan dimulai pada tahun 2023 mendatang. 

"Terakhir ke Kementerian PUPR, DPRD Kabupaten Malang konfirmasi terkait tol itu. Infonya panjang tolnya sekitar 30 kilometer. Tetapi, itu pun tahapannya masih panjang juga. Prediksi dimulai adalah tahun 2023 atau 2024," ujar Faza. 

Ia menyebut bahwa hingga saat ini, masih belum ada perubahan yang berarti pada rencana tersebut. Termasuk jaringan, dimana yang direncanakan ada sebanyak 5 exit tol yang salah satunya ada di wilayah Kedungkandang Kota Malang. 

"Empat exit tol ada di Kabupaten Malang. Yaitu Pakisaji, Bululawang, Gondanglegi dan Talangagung Kepanjen. Tetapi, untuk titik geo-lokasinya, Kementerian PUPR tidak mau membocorkan. Sehingga, sampai sekarang, lokasi exit tol masih tersimpan rapat di pusat," imbuh Faza.

Dia menyebut bahwa pembangunan tol ini adalah antisipasi masa depan Kabupaten Malang. Karena, jalur utama Kota Malang ke Kepanjen sudah mulai macet. Jarak tempuh yang tidak seberapa, kini memakan waktu sekitar satu jam. Dengan adanya tol, persoalan ini bisa diselesaikan.

"Ya pasti kalau ada dibangun tol, pasti ekonomi, pasti ada. Tol ini bisa terbangun sampai Kepanjen. Itu bisa memudahkan akses wisata dan akses pantai milik Kabupaten Malang," pungkas Faza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Jalan tol Kabupaten MalangKabupaten MalangBappeda Kabupaten MalangBupati Malang HM Sanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru