Polres Malang Ungkap 177 Kasus selama Operasi Pekat, Terbanyak Perkara Narkoba

Jun 06, 2022 12:22
Forkopimda Kabupaten Malang saat merilis hasil ops pekat di Mapolres Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Forkopimda Kabupaten Malang saat merilis hasil ops pekat di Mapolres Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam 12 hari, Polres Malang berhasil mengungkap 177 kasus. Dari 177 kasus yang diungkap,  48 kasus di antaranya adalah kasus narkoba.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan bahwa sejak 23 Mei hingga 3 Juni 2022, pihaknya melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat). Dalam operasi tersebut, Polres Malang menekankan pada kejahatan yang meresahkan masyarakat.

“Jadi operasi pekat diarahkan kepada kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti misalnya premanisme, judi, miras, dan yang paling utama adalah narkoba,” ungkap Ferli, Senin (6/6/2022).

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polres Malang berhasil mengamankan 183 pelaku, 89 di antaranya sudah masuk dalam tingkat penyidikan.

“Khususnya di bidang narkoba kita sudah mengamankan total barang bukti sabu-sabu kurang lebih 1,3 kg ditambah 183 gram ganja dan beberapa obat-obatan terlarang,” kata Ferli.

Dari banyaknya penangkapan kasus narkoba itu, Ferli menyebut hal tersebut juga seiring deklarasi anti narkoba dan cinta NKRI yang lakukan Forkopimda Jawa Timur, Forkopimda Malang Raya dan seluruh jajaran polres eks Polwil Malang.

“Ini selaras dengan apa yang kami lakukan minggu lalu dimana kami jajaran Forkopimda Kabupaten Malang beserta Forkopimda Malang Raya, Pasuruan Raya, Probolinggo Raya melakukan deklarasi anti narkoba dan cinta NKRI,” tutur Ferli.

Dari 177 kasus tersebut rinciannya adalah judi 6 kasus, premanisme 25 kasus, miras 86 kasus, prostitusi 9 kasus, handak 3 kasus, pornografi nihil dan narkoba 48 kasus (sabu : 31 kasus, pil ll :15 kasus, ganja 2 kasus).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Polres Malangferli hidayatKasus Narkoba

Berita Lainnya

Berita

Terbaru