Agama di Timur Tengah, Ada yang Bertuhan Ali Bin Abi Thalib dan Ada yang Salat Hadap Matahari

Jun 04, 2022 10:50
Agama-agama di Timur Tengah mirip Islam (Foto: YouTube)
Agama-agama di Timur Tengah mirip Islam (Foto: YouTube)

JATIMTIMES -Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian benua Asia atau Afrika Eurasia. Bicara soal Timur Tengah biasanya orang mengaitkannya dengan perang dan pertikaian antar negara. 

Namun siapa sangka, sebagaimana dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Update Pro ternyata ada beberapa agama di wilayah Timur Tengah yang belum diketahui secara luas. Bahkan ada yang mirip dengan agama Islam. 

Penasaran agama apa saja yang dimaksud, berikut ulasannya 8 agama di Timur Tengah yang mirip Islam:

1. Samaritanisme

Agama Samaria atau yang dikenal dengan Samaritanisme ini adalah agama yang dianut oleh orang Samaria. Agama ini memiliki kitab suci Taurat Samaria yang berasal dari ajaran Nabi Musa AS. 

Selain Taurat Samaria agama ini mewahyukan versi mereka dari kitab Yosua dan mengakui beberapa tokoh Alkitab seperti Imam Besar Eli. Agama ini juga percaya bahwa hanya ada 1 Tuhan yaitu Yahue, Tuhan yang sama yang diakui oleh para nabi Ibrani. 

Sekilas penganut agama ini berpenampilan seperti ulama-ulama muslim. Untuk jumlah penganut agamanya, Samaritanisme mencapai 3 juta jiwa penganut. 

Namun menurun sekitar 1.000 jiwa karena pernikahan di luar agama atau pindah agama. 

2. Yarsanism

Yarsanism adalah agama sinkretis yang didirikan oleh Sultan Sahak pada akhir abad ke-14 di Iran barat. Yarsanism ini dianggap sebagai orang-orang yang melenceng dari keagamaan di Irak dan Iran. 

Sedangkan jumlah penganut agama Yarsanism ini diperkirakan lebih dari setengah juta pengikut. Mayoritas penganut agama ini tinggal di provinsi Kermanshah dan daerah yang berdekatan dengan provinsi Loresten dan Provinsi Ilan serta Iran. 

Beberapa pengikut agama ini di Iran biasa disebut sebagai Kakai. Penganut agama ini percaya pada reinkarnasi. 

Mereka menganggap matahari dan api sebagai dewa mereka. Menurut agama ini, laki-laki diharuskan menumbuhkan dan memelihara kumis yang hingga kini masih berlangsung. 

3. Baha'i

Baha'i adalah agama monotistik yang menekankan pada kesatuan spritual bagi seluruh umat manusia. Agama ini lahir di Persia pada tahun 1863 yang didirikan oleh Mirza Husayn Ali Nuri yang bergelar sebagai Baha'u'llah. 

Diawal kemunculannya pengikut Baha'i di Timur Tengah kerap menghadapi persekusi dan diskriminasi yang berkelanjutan. Pada awal abad ke 21 penganut agama ini telah mencapai 5 hingga 8 juta pengikut yang tersebar di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

Menurut ajaran agama ini, sejarah keagamaan dipandang sebagai suatu proses pendidikan bagi umat manusia melalui para utusan Tuhan. Mereka menyebutnya sebagai para perwujudan Tuhan. 

Baha'u'llah dianggap sebagai perwujudan Tuhan yang baru. Baha'u'llah mengajarkan berbagai prinsip dan konsepsi rohani yang diperlukan umat manusia agar perdamaian dunia yang diidamkan dapat tercapai. 

Ia meletakkan 3 pilar utama kesatuan yaitu keesaan Tuhan, kesatuan sumber surgawi dari semua agama, dan kesatuan umat manusia. Agama ini juga memiliki rumah ibadah yang terbuka bagi semua agama. 

Rumah ibadah itu bernama Mashriqul-adhkar. 

4. Zoroastrianisme

Zoroastrianisme adalah agama dan ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran Zaratustra. Agama ini adalah agama yang berasal dari daerah Persia Kuno atau yang kini dikenal sebagai Iran. 

Di Iran sendiri Zoroastrianisme dikenal dengan sebutan Mazdayasna yaitu kepercayaan yang menyembah kepada Ahura Mazda atau "Tuhan yang bijaksana". Untuk kitab suci dari agama ini adalah kumpulan-kumpulan dari tulisan sakral yang dikenal dengan Avesta. 

Avesta sendiri terbagi menjadi 4 bagian yaitu, Kitab Yasna, Kitab Visparat, Kitab Videvdan dan Kitab Khode Avesta. Dalam pemahaman Zoroastrianisme setiap orang akan mengalami penghakiman setelah meninggal. 

Agama ini meyakini bahwa ketika seseorang meninggal ia harus dapat membuktikan dirinya telah melakukan lebih banyak kebaikan daripada kejahatan. Mereka percaya setiap roh manusia yang meninggal akan melewati jembatan Chinvat yaitu jembatan yang menuju ke surga. 

Setelah berhasil melewati jembatan tersebut, maka seseorang akan hidup bahagia dengan ramat Ahuramasda. 

5. Druze

Druze merupakan sebuah komunitas keagamaan. Kelompok ini muncul dari tradisi Abrahami yang dipengaruhi oleh agama dan filsafat lain, termasuk filsafat Yunani. 

Kaum Druze menganggap dirinya sebagai sekte Islam Yuniat. Meski mereka tak dianggap muslim oleh kebanyakan muslim di wilayah tersebut. 

Kaum Druze sendiri kebanyakan tinggal di Libanon. Agama ini juga sudah tersebar di Israel, Yordania hingga Suriah. Diperkirakan ada sekitar 2,3 juta penganut agama Druze di seluruh dunia. 

Namun ada juga yang memperkirakan Druze hanyalah sekitar 450 ribu orang saja. Agama ini mempercayai tentang reinkarnasi, bahwa mereka akan terlahir kembali setelah kematian. 

Penganut agama ini juga mengagumi para filsuf Aristoteles dan Plato, demikian juga dengan Nabi Muhammad SAW dan Yesus. 

6. Mandaenisme

Agama Mandaenisme muncul pada abad ke-3. Agama ini adalah agama rashia di Iran. 

Agama ini memuja Yohanes pembabtis dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Habil dan Nuh. Penganut agama ini berdoa menghadap bintang utara. 

Mereka juga cinta akan kedamaian dan memegang keyakinan bahwa hanya Tuhan yang berhak mengambil nyawa seseorang. Penganut agama ini juga berbicara dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa mereka sendiri yaitu Mandari. 

Selama terjadi konflik di Timur Tengah, penganut agama ini sering mengalami penganiayaan agama selama beberapa dekade. Sehingga memaksa mereka hidup nomaden di pulau-pulau kecil.
 
7. Yazidi

Agama Yazidi merupakan sebuah etnoreligius berbahasa kurdi dan berkeyakinan singkretisme. Agama ini didirikan oleh seorang sufi bernama Sheikh Adi Ibn Musafir. 

Penganut agama Yazidi percaya pada 1 Tuhan yang telah mempercayakan dunia kepada 7 malaikat. Pemimpin 7 malaikat tersebut adalah malaikat merak dan melektaus.

Keyakinan yang mereka anut pun merupakan perpaduan dari 3 agama yaitu Islam, Kristen hingga Zoroaster. Penganut agama ini tinggal di daerah pegunungan di Irak Utara. 

Namun Pegunungan Sinjar menjadi pusat penganut agama Yazidi. Meski begitu sebagain dari mereka ada yang bermukim di Armenia, Georgia, Suriah, dan Jerman. 

Seperti agama Islam, dalam ajaran agama ini juga melakukan salat 5 waktu. Hanya saja saat salat mereka menghadap matahari dan ketika sore menghadap ke situs suci di Lalish Irak Utara. 

8. Ali-Illahisme

Ali-Illahisme merupakan agama yang memiliki keyakninan bahwa Tuhan telah bereinkarnasi di bumi sepanjang sejarah. Ali bin Abi Thalib menantu Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai salah 1 dari reinkarnasi tersebut. 

Agama ini merupakan gabungan dari Islam Syiah dengan beberapa kepercayaan kuno di Timur Tengah. Pada masa ke-khalifahan Ali bin Abi Thalib, umat Islam pada saat itu terpecah belah. 

Sehingga banyak agama-agama Islam yang menyimpang dari aslinya. Salah satunya adalah agama Ali-Illahisme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Timur Tengahagama baruagama lama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru