Pujon Darurat PMK

Wabah PMK Pengaruhi Produktifitas Susu Sapi di Pujon

Jun 03, 2022 17:21
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata dampaknya cukup dirasakan bagi masyarakat. Salah satunya berdampak pada produktifitas susu sapi di wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. 

Kecamatan Pujon sendiri merupakan salah satu dari tiga wilayah di Malang Barat yang 75 persen masyarakatnya bergantung pada sektor peternakan sapi perah. Tentu, salah satu yang menjadi andalan adalah produksi susu sapinya. 

"Beberapa waktu lalu kita sudah sampaikan bahwa di Malang Barat, yakni Pujon, Ngantang dan Kasembon, 75 persen masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor sapi perah. Sehingga jika ini tidak segera tertangani, maka dalam kurun waktu 1 bulan ke depan, meskipun tidak dapat diprediksi, kita berharap dan berupaya agar ekonomi masyarakat tidak melemah," ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin kepada JatimTIMES, Jumat (3/6/2022).

Ilustrasi ternak sapi perah di Kecamatan Pujon.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa waktu terakhir produktifitas susu sapi di Pujon sudah tercatat mengalami penurunan. Dimana pada kondisi normal sebelum ada wabah PMK, produktifitas susu sapi di Pujon mencapai 114 ton per hari, setelah wabah tersebut menyerang kini hanya tinggal 85 ton per hari. 

"Kalau rata-rata satu ekor laktasi yang produktif itu produksinya sekitar 10-11 liter, maka kisaran 3.000 lebih yang terinfeksi penyakit ini. Kalau begini, tinggal menunggu waktu maka perekonomian ini bisa, dan mudah-mudahan tidak hancur," terang politisi Partai NasDem ini. 

Sementara itu, Camat Pujon Akhmad Taufiq Juniarto mengatakan bahwa kondisi mewabahnya PMK ini memang berdampak pada turunnya produktifitas susu sapi di wilayahnya. Hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat Pujon. Tentu khususnya bagi peternak sapi perah. 

"Ya berdampak pada pendapatannya memang menurun. Tapi bukan karena susu hasil perahannya yang tidak terjual, tapi karena memang produksi susu dari sapi perahnya yang turun. Misalnya yang awalnya bisa 10 liter, setelah (sapi) sakit jadi tinggal 7 atau 8 liter," ujar Taufiq. 

Namun begitu dirinya memastikan bahwa KOP SAE Pujon telah berkomitmen untuk tetap membeli produksi susu yang disetor dari para peternak sapi perah. Meskipun susu yang sudah terkumpul masih harus disortir dan proses lebih lanjut untuk menentukan kualitasnya. 

"Sebenarnya kan susu sapi yang disetorkan itu kan bergantung pada kualitasnya. Namun, KOP SAE berkomitmen untuk tetap membeli. Meskipun, setelah wabah ini, ada kemungkinan kualitas susu dari peternak ini berbeda. Karena sapinya kan mungkin ada yang sedang treatment, pengobatan. Tentu kemungkinan berdampak pada kualitas susunya," pungkas Taufiq. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
razia satpol pp kota batupenolakan ustaz abdul somadPeternak sapiLeny Suryanikasus pmk di jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru